TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Demam berdarah (DBD) menjangkit ribuan warga di Kabupaten Tangerang. Hal ini diterangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi saat dikonfirmasi Banten Ekspres.
Hendra mengatakan, kasus DBD tersebar merata di 22 kecamatan dari 29 kecamatan. Adapun, kecamatan yang tak ada kasusnya yakni, Gunung Kaler, Kronjo, Kresek, Mauk, Sukadiri, Sepatan dan Pakuhaji.
“Per kecamatan di 22 kecamatan ini ada yang satu atau dua kasus. Tersebar merata, tidak ada yang dominan,” jelasnya kepada Banten Ekspres, Rabu 4 November 2026.
Lanjutnya, jumlah kasus DBD hingga Oktober sebanyak 1.664 kasus. Jumlah ini, kata dia, menurun bila dibandingkan pada tahun 2025 yang mencapai 2.490 kasus.
“Tiga bulan terakhir ini dari Agustus itu ada 97 kasus, September 77 kasus dan Oktober 75 kasus. Total hingga Oktober ini sebanyak 1.664 kasus di 2026,” jelasnya.
Kata Hendra, penyakit demam berdarah dengue (DBD) disebabkan infeksi virus dengue (DENV) yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang telah terinfeksi virus.
Untuk pencegahan, warga diimbau melakukan gerakan 3M plus guna memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Yakni, membersihkan dan menyikat tempat penampungan air. Menutup rapat seluruh wadah atau tempat penyimpanan air di rumah agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur. Dan, mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
“Kami bersama puskesmas dan posyandu terus menggalakkan pembasmian jentik nyamuk lewat kader DBD. Hal ini sebagai langkah untuk memutus siklus hidup nyamuk DBD,” jelasnya.(*)











