CIKUPA,BANTENEKSPRES.CO.ID — Warga Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, mengeluhkan tumpukan sampah yang berada di sekitar Jembatan Cikupa. Kondisi tersebut dinilai semakin memprihatinkan karena selain menimbulkan bau tidak sedap, juga mencemari aliran kali yang berada di bawah jembatan.
Tumpukan sampah yang terus bertambah setiap harinya membuat lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman. Aroma busuk yang menyengat bahkan tercium hingga ke pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut.
Ketua RT 05 Desa Sukadamai Ahmad Baihaqi mengatakan, kondisi penumpukan sampah di Jembatan Cikupa sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan segera dari pihak terkait.
“Keluhan warga sudah cukup banyak. Sampah yang menumpuk ini bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau yang sangat menyengat. Bahkan ketika menggunakan masker sekalipun, aroma busuknya masih terasa. Ini tentu sangat mengganggu masyarakat dan pengguna jalan yang melintas setiap hari,” ujar Ahmad Baihaqi kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 25 Juni 2026.
Menurutnya, keberadaan sampah yang terus menumpuk juga berdampak pada kualitas lingkungan sekitar. Air kali yang berada di bawah jembatan terlihat tercemar akibat sampah yang sebagian masuk ke aliran air.
“Kami khawatir pencemaran ini semakin meluas. Sampah yang masuk ke kali bisa menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan lainnya. Jika dibiarkan terus menerus, dampaknya akan semakin besar bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Ahmad menegaskan, bahwa sebagian besar sampah tersebut bukan berasal dari warga yang tinggal di sekitar jembatan. Berdasarkan pengamatan warga, banyak sampah dibuang oleh orang-orang yang melintas di kawasan tersebut, terutama pada pagi hari maupun malam hari.
“Perlu kami sampaikan bahwa sampah yang menumpuk ini bukan berasal dari warga yang tinggal di sekitar lokasi. Justru banyak yang membuang sampah secara sembarangan saat melintas. Biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi buta atau malam hari ketika kondisi jalan relatif sepi,” jelasnya.
Ia menyayangkan, masih adanya oknum masyarakat yang menjadikan area sekitar jembatan sebagai tempat pembuangan sampah liar tanpa memikirkan dampaknya terhadap lingkungan dan kenyamanan warga.
“Kami berharap ada kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Jangan karena merasa tidak ada yang melihat, lalu membuang sampah sembarangan. Akibatnya yang merasakan dampak buruknya adalah masyarakat sekitar dan pengguna jalan,” ungkapnya.
Selain menimbulkan pencemaran dan bau tidak sedap, warga juga mengkhawatirkan tumpukan sampah tersebut dapat mengganggu aktivitas lalu lintas dan berpotensi memicu kecelakaan apabila terus dibiarkan menumpuk di sekitar badan jalan maupun area jembatan.
“Kondisi ini harus segera ditangani. Jangan sampai tumpukan sampah semakin besar dan mengganggu pengguna jalan. Kami khawatir apabila tidak segera dibersihkan dapat menimbulkan risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan bagi masyarakat,” tambahnya.
Warga berharap, pemerintah dan instansi terkait dapat segera melakukan pembersihan serta pengangkutan sampah secara rutin. Selain itu, diperlukan langkah pengawasan dan penindakan terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan agar permasalahan serupa tidak terus berulang.
“Kami berharap ada solusi yang berkelanjutan. Bukan hanya membersihkan sampah yang sudah menumpuk, tetapi juga melakukan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di lokasi ini. Dengan begitu lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk semua,” tutupnya. (*)










