LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Memasuki masa libur sekolah, Kepala SDN Kereo 8, Endly Sapta Debby, mengimbau seluruh siswa agar tidak menghabiskan waktu liburan dengan bermain handphone secara berlebihan.
Menurutnya, masa liburan seharusnya dimanfaatkan siswa untuk melakukan kegiatan yang lebih positif, seperti membantu orang tua, berolahraga, membaca buku, maupun bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau kepada seluruh siswa SDN Kereo 8 agar selama libur sekolah tidak terlalu banyak bermain handphone. Penggunaan handphone yang berlebihan dapat berdampak kurang baik terhadap perkembangan karakter dan kebiasaan anak,” ujarnya, Selasa 23 Juni 2026.
Ia menjelaskan, saat ini berbagai informasi dan konten di media sosial maupun internet sangat mudah diakses oleh anak-anak tanpa penyaringan yang memadai.
“Banyak konten negatif yang beredar di internet, mulai dari kekerasan, ujaran yang tidak pantas, hingga perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan dan karakter yang selama ini kami tanamkan di sekolah,” katanya.
Selain itu, Endly menegaskan, pengawasan orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak selama masa liburan agar penggunaan gadget tetap terkontrol.
“Kami berharap orang tua dapat lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak. Jangan sampai libur sekolah justru diisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat karena terlalu lama bermain handphone,” tuturnya.
Menurutnya, interaksi langsung dengan keluarga dan lingkungan sekitar jauh lebih bermanfaat bagi perkembangan sosial serta emosional anak dibandingkan menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar.
“Anak-anak perlu belajar berinteraksi secara langsung dengan keluarga, teman, dan masyarakat. Hal itu penting untuk membangun rasa empati, tanggung jawab, serta kemampuan bersosialisasi yang baik,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para siswa untuk memanfaatkan waktu liburan dengan kegiatan yang dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan.
“Liburan dapat menjadi kesempatan yang baik bagi siswa untuk mengembangkan hobi, membaca buku, berolahraga, mengikuti kegiatan keagamaan, maupun membantu pekerjaan ringan di rumah,” ucapnya.
Endly menilai pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.
“Kami di sekolah terus berupaya menanamkan nilai disiplin, sopan santun, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan diperkuat selama anak berada di rumah saat liburan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi tetap diperlukan, namun harus dilakukan secara bijak dan sesuai kebutuhan.
“Kami tidak melarang anak menggunakan handphone, tetapi penggunaannya harus dibatasi dan diarahkan untuk hal-hal yang positif, edukatif, serta sesuai dengan usia mereka,” katanya.
Ia berharap para orang tua dapat membuat aturan penggunaan gadget di rumah agar anak memiliki keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas sosial.
“Dengan adanya aturan yang jelas, anak-anak dapat belajar mengelola waktu dengan baik sehingga tidak bergantung pada handphone dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” pungkasnya (*).
Reporter M. Dhuyuf Khuzaimi










