TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 305 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang menghentikan sementara operasionalnya selama masa libur sekolah.
Kebijakan tersebut berdampak pada terhentinya penyaluran makanan bergizi kepada lebih dari 707 ribu penerima manfaat di wilayah tersebut.
Penghentian sementara operasional dapur MBG itu dilakukan berdasarkan Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada Periode Hari Libur dalam Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya evaluasi pelaksanaan program MBG sekaligus untuk meningkatkan efektivitas, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan anggaran selama masa libur sekolah.
“Semua SPPG diliburkan. Dalam rangka meningkatkan efektivitas, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan anggaran program MBG. Sesuai SE Nomor 12 Tahun 2026,” ujar Priyo, Senin 22 Juni 2026.
Menurut Priyo, selama periode penghentian sementara itu, seluruh layanan distribusi MBG baik kepada peserta didik maupun kelompok non-peserta didik juga ikut dihentikan.
Kelompok penerima manfaat yang terdampak tidak hanya siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia di bawah lima tahun (balita) yang selama ini menjadi sasaran program pemenuhan gizi pemerintah.
Data BGN Kabupaten Tangerang mencatat jumlah penerima manfaat dari kalangan peserta didik mencapai 608.281 orang. Sementara penerima manfaat non-peserta didik sebanyak 99.490 orang.
Dengan demikian, total sebanyak 707.771 penerima manfaat untuk sementara waktu tidak menerima layanan MBG hingga operasional SPPG kembali berjalan setelah masa libur sekolah berakhir.
“Semua dihentikan, ada sekitar 707.771 penerima manfaat,” kata Priyo. (*)










