CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kota Tangerang Selatan menjadi momentum untuk memperkuat berbagai program kesehatan anak, khususnya percepatan penurunan stunting. Pemerintah Kota Tangsel bersama DPRD menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sebagai investasi menuju generasi unggul di masa depan.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ajang evaluasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
“Hari Anak Nasional ini menjadi momentum untuk melihat sejauh mana program-program yang telah kita lakukan berjalan. Ada dua pilar penting yang selama ini menjadi ujung tombak pemerintah, yaitu Tim Ngider Sehat Premium dan kader kesehatan,” ujarnya saat peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Aula Blandongan, Balai Kota Tangsel, Senin, 22 Juni 2026.
Menurut Benyamin, kedua kelompok tersebut memiliki peran besar dalam mendukung berbagai program kesehatan, termasuk percepatan penurunan stunting di Kota Tangsel.
Ia menjelaskan, angka stunting di Tangsel saat ini masih berada di bawah rata-rata nasional.
Meski demikian, terdapat kenaikan dari sekitar 9 persen menjadi 10 persen lebih berdasarkan hasil pengukuran terbaru. “Memang ada kenaikan angka stunting. Namun salah satu penyebabnya karena adanya indikator tambahan dari kementerian teknis dalam proses pengukuran. Meski begitu, upaya penurunan stunting tetap menjadi perhatian utama kami,” tambahnya.
Untuk mempercepat penanganan stunting, Pemkot Tangsel membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan. “Saya tugaskan Pak Pilar sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting agar koordinasi dan pengambilan kebijakan bisa berjalan lebih cepat dan efektif,” jelasnya.
Selain itu, kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium terus didorong untuk melakukan pendataan, pemantauan, serta identifikasi kebutuhan masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak. “Mereka membantu mulai dari pemberian makanan tambahan, pemeriksaan kesehatan anak, hingga edukasi kepada keluarga mengenai pola hidup sehat dan pencegahan stunting,” ungkapnya.
Benyamin juga mengungkapkan, indikator kesehatan masyarakat Kota Tangsel menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya terlihat dari angka harapan hidup yang terus meningkat dan kini telah mencapai lebih dari 75 tahun.
“Angka harapan hidup yang meningkat menunjukkan kondisi kesehatan masyarakat semakin baik, kebutuhan pangan lebih terpenuhi, lingkungan lebih sehat, dan pelayanan kesehatan semakin meningkat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid mengatakan, kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Peringatan Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa kualitas masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas anak-anak yang kita lindungi, jaga kesehatannya, dan penuhi kebutuhan gizinya,” ujarnya.
Menurut Abdul Rasyid, pembangunan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama di Kota Tangsel. Karena itu, berbagai program seperti penurunan angka kematian ibu dan bayi, percepatan penurunan stunting, serta penguatan pelayanan kesehatan primer harus terus diperkuat.
Ia menambahkan, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak sangat penting karena masa sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun merupakan periode emas yang menentukan kualitas sumber daya manusia.
“DPRD mendukung penuh berbagai program kesehatan ibu dan anak, termasuk percepatan penurunan stunting. Ini harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, akademisi, media, hingga keluarga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rasyid juga memberikan apresiasi kepada para kader kesehatan yang selama ini aktif memberikan edukasi, memantau tumbuh kembang balita, dan mendukung program pencegahan stunting di masyarakat.
“DPRD akan terus memastikan program-program kesehatan yang langsung menyentuh masyarakat mendapat dukungan kebijakan dan anggaran yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” tegasnya.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 tingkat Kota Tangsel juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, termasuk penampilan flashmob bertema pencegahan stunting yang dibawakan pegawai Dinas Kesehatan Kota Tangsel sebagai bentuk kampanye pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak usia dini. (*)










