KUA Ciputat Timur Bekali Calon Pengantin, Perkuat Ketahanan Keluarga Sejak Pra Nikah

KUA Ciputat Timur Bekali Calon Pengantin, Perkuat Ketahanan Keluarga Sejak Pra Nikah
Narasumber (kanan) dari KUA Kecamatan Ciputat Timur memberikan materi saat program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Kemenag Tangsel For Bantenekspres.co.id

CIPUTAT TIMUR, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciputat Timur terus berupaya memperkuat ketahanan keluarga melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin.

Kegiatan yang digelar di Aula KUA Ciputat Timur tersebut diikuti lima pasang calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.

Bacaan Lainnya

Kepala KUA Kecamatan Ciputat Timur Ahmad Nawawi mengatakan, bimbingan perkawinan menjadi salah satu langkah penting untuk mempersiapkan calon pasangan suami istri agar siap membangun rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan.

“Melalui bimbingan ini kami ingin memastikan calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga memiliki kesiapan mental, spiritual, kesehatan, dan pemahaman yang baik tentang kehidupan berkeluarga,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Nawawi menambahkan, dalam pelaksanaannya pihaknya menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang untuk memberikan pembekalan yang komprehensif.

Materi keagamaan dan kehidupan rumah tangga disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Fahrurroji yang membahas hak dan kewajiban suami istri, manajemen konflik keluarga, hingga bimbingan membaca Al Quran.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi terkait perencanaan keluarga dari Penyuluh Keluarga Berencana DP3AP2KB Kota Tangsel, Endah Purnamasari. Dalam sesi tersebut, calon pengantin diberikan pemahaman mengenai perencanaan kehamilan, pengelolaan ekonomi keluarga, serta pentingnya membangun keluarga yang tangguh.

“Sementara dari sektor kesehatan, tim dari Puskesmas Kelurahan Pisangan memberikan edukasi mengenai pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, pemenuhan gizi, serta upaya pencegahan stunting sejak dini,” tambahnya.

Nawawi mengaku, para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar kehidupan rumah tangga maupun kesehatan keluarga.

“Bimbingan ini menjadi bekal awal bagi calon pengantin untuk memahami berbagai tantangan dalam kehidupan berkeluarga sehingga mereka lebih siap menghadapi kehidupan setelah menikah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangsel Ahmad Rifaudin menegaskan pentingnya pelaksanaan bimbingan perkawinan sebagai salah satu upaya menekan angka perceraian dan memperkuat ketahanan keluarga.

Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Karena itu, materi terkait komunikasi keluarga terus diperkuat dalam setiap pelaksanaan bimbingan.

“Pernikahan bukan hanya soal kesiapan usia, tetapi juga kesiapan fisik, mental, emosional, dan ekonomi. Semua itu harus dipersiapkan dengan matang agar keluarga yang dibangun dapat berjalan harmonis dan langgeng,” ujarnya.

Rifaudin berharap, melalui program bimbingan perkawinan, pasangan yang akan menikah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan rumah tangga sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. (*)

Pos terkait