CIKUPA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita. Program tersebut diberikan secara rutin saat kegiatan posyandu sebagai bentuk perhatian terhadap tumbuh kembang anak dan pemenuhan kebutuhan gizi sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, setiap balita yang datang ke posyandu terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pemantauan perkembangan kesehatan lainnya. Setelah pemeriksaan selesai, para balita mendapatkan paket makanan bergizi yang telah disiapkan oleh petugas posyandu.
Program ini menjadi salah satu langkah nyata Kelurahan Sukamulya dalam memastikan kebutuhan gizi balita terpenuhi sehingga dapat mencegah terjadinya stunting yang masih menjadi perhatian pemerintah.
Lurah Sukamulya Soni R Sonjaya mengatakan, bahwa pemberian makanan bergizi gratis merupakan bagian dari komitmen pemerintah kelurahan bersama kader posyandu untuk menjaga kesehatan generasi penerus bangsa.
“Program MBG ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak di Kelurahan Sukamulya. Kami ingin memastikan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat berjalan dengan baik,” ujar Soni kepada Bantenrkspres.co.id, Minggu 21 Juni 2026.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak dini melalui pola makan sehat, pemeriksaan kesehatan rutin, serta peran aktif orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
“Stunting dapat dicegah apabila kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik. Karena itu, kami terus mengajak para orang tua untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak setiap hari. Jangan hanya mengenyangkan, tetapi juga harus mengandung gizi yang seimbang,” katanya.
Soni menjelaskan, posyandu memiliki peran penting sebagai sarana pemantauan kesehatan balita sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi dan pola hidup sehat.
“Melalui kegiatan posyandu, kami tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memberikan edukasi kepada orang tua agar semakin memahami pentingnya pencegahan stunting. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menekan angka stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu hingga keluarga.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras para kader posyandu yang selama ini aktif mendampingi masyarakat. Mereka menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan dan memastikan program MBG dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Soni berharap program MBG dapat memberikan manfaat nyata bagi balita di wilayahnya dan menjadi salah satu upaya efektif dalam menurunkan angka stunting.
“Harapan kami tentu seluruh balita di Kelurahan Sukamulya tumbuh sehat, cerdas dan memiliki masa depan yang lebih baik. Dengan pemenuhan gizi yang baik sejak dini, kami optimistis kasus stunting dapat terus ditekan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan posyandu secara rutin agar kondisi kesehatan anak dapat terpantau dengan baik.
“Kami mengimbau para orang tua untuk aktif membawa anaknya ke posyandu. Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mengetahui perkembangan anak sekaligus mencegah berbagai masalah kesehatan sejak dini,” jelasnya.
Dengan adanya program Makanan Bergizi Gratis bagi balita, Kelurahan Sukamulya berharap upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal.
“Program tersebut juga diharapkan mampu mendukung target pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang hingga menuju zero stunting di masa mendatang,” tutupnya. (*)









