Pasca Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite Sejumlah SPBU di Kabupaten Tangerang Mengular

Antrean kendaraan untuk mengisi Pertalite di sejumlah SPBU wilayah Kabupaten Tangerang terlihat lebih panjang pasca kenaikan harga Pertamax.

 

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Antrian kendaraan untuk mengisi Pertalite di sejumlah SPBU wilayah Kabupaten Tangerang terlihat lebih panjang pasca kenaikan harga Pertamax.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lapangan menunjukan, banyak pengendara yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini memilih beralih ke Pertalite untuk menghemat pengeluaran. Kondisi tersebut membuat jalur pengisian Pertalite dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama pada jam-jam sibuk.

Demi menekan pengeluaran harian, mereka memilih mengisi Pertalite yang harganya masih bertahan di angka Rp10.000 per liter. Sementara itu, harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp16.250 per liter sejak Rabu, 10 Juni 2026.

Salah seorang warga, Hasan Basri, mengaku kenaikan harga Pertamax cukup memberatkannya, yang sebelumnya menggunakan Pertamax. Menurutnya, selisih harga yang cukup jauh membuat dirinya beralih ke Pertalite.

“Kalau sekarang memang lebih memilih Pertalite. Lumayan untuk menghemat pengeluaran harian karena harga Pertamax sudah naik,” kata Hasan saat ditemui di SPBU Tigaraksa, Senin 22 Juni 2026.

Hal serupa disampaikan Sudiah. Ia mengaku kenaikan harga Pertamax memaksanya untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga, termasuk biaya transportasi.

“Kalau dulu masih isi Pertamax, sekarang beralih ke Pertalite. Bukan karena mau, tapi memang harus menyesuaikan dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Sudiah, dengan kenaikan harga Pertamax yang paling terbebani adalah masyarakat kelas menengah ke bawah. Pasalnya, jika bertahan menggunakan Pertamax pengeluaran jadi membengkak dan jika beralih ke Pertalite harus siap mengantri puluhan menit.

“Jadi dilematis akhirnya, kita masyarakat dihadapkan dengan pilihan yang tidak menguntungkan,” ucapnya. (*)

 

Pos terkait