Kota Tangsel Belum Masuk Musim Kemarau, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan Masih Sering Turun

Pengendaraa sepeda motor melintas di Jalan Siliwangi di dekat Bundaran Pamulang saat cuaca panas terik matahari. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

 

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Meski cuaca panas mulai terasa di siang hari, Kota Tangsel ternyata belum sepenuhnya memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Bacaan Lainnya

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Hartanto mengatakan, berdasarkan hasil analisis update Dasarian II Juni 2026 (21 Juni 2026), sebagian wilayah Tangerang Raya telah memasuki musim kemarau, yaitu Kabupaten Tangerang bagian utara dan Kota Tangerang bagian utara.

“Sementara itu, Kabupaten Tangerang bagian selatan, Kota Tangsel, serta sebagian wilayah Kota Tangerang masih belum memasuki musim kemarau. Kondisi ini terjadi karena awal musim kemarau tidak berlangsung secara serentak di seluruh wilayah Provinsi Banten,” ujarnya kepada BANTENEKSPEES.CO.ID, Senin, 22 Juni 2026.

Hartanto mengaku, terkait hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Tangerang Raya, hasil analisis menunjukkan bahwa fenomena tersebut dipicu oleh adanya pertemuan massa udara (konvergensi) secara lokal yang berkembang di wilayah Bogor dan Depok. Kemudian meluas hingga wilayah Tangerang Raya bagian selatan, khususnya Kabupaten Tangerang bagian selatan dan Kota Tangsel.

“Kondisi ini didukung oleh kelembapan udara yang masih cukup tinggi hingga lapisan menengah atmosfer,” tambahnya.

Selain itu, pemanasan yang terjadi pada siang hari turut mendukung pertumbuhan awan konvektif sehingga meningkatkan ketidakstabilan atmosfer dan memicu terbentuknya hujan, terutama pada sore hingga malam hari.

Berdasarkan hasil analisis terkini, kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan hujan tersebut masih berpotensi terjadi dalam tiga hari ke depan. “Potensi hujan diprakirakan masih dapat terjadi di wilayah Tangerang Raya, terutama di Kabupaten Tangerang bagian tengah dan selatan serta Kota Tangsel,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait