SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menyebut Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp73,02 miliar merupakan bukti efisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Hal tersebut disampaikan Agus usai menghadiri rapat paripurna jawaban Wali Kota Serang atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Serang.
Menurut Agis, SiLPA tersebut terbentuk dari pelampauan pendapatan daerah dan efisiensi dalam realisasi belanja selama tahun anggaran berjalan. Kondisi tersebut menunjukkan kinerja positif pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pendapatan sekaligus mengendalikan pengeluaran.
“SiLPA Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp73,02 miliar yang berasal dari pelampauan pendapatan dan efisiensi dalam realisasi belanja. Realisasi SiLPA yang relatif besar tersebut menunjukkan kinerja positif dalam optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja,” kata Agis, Kamis 18 Juni 2026.
Ia menjelaskan, besarnya SiLPA tidak serta merta menunjukkan adanya persoalan dalam perencanaan anggaran. Justru sebaliknya, hal tersebut mencerminkan kemampuan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengelola anggaran secara efektif.
“Ini bukan berarti ada persoalan dalam perencanaan. Justru menunjukkan bahwa kemampuan OPD dalam mengelola anggaran cukup baik. Pendapatannya meningkat, sementara belanjanya bisa lebih efisien,” ujarnya.
Meski demikian, Agis mengakui masih terdapat sejumlah program dan kegiatan yang penyerapannya belum optimal. Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi lebih mendalam untuk meningkatkan pencapaian target kinerja pada tahun-tahun berikutnya.
Menurutnya, salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah memperkuat kualitas perencanaan anggaran berbasis kinerja agar pelaksanaan program dan kegiatan lebih tepat sasaran.
“Terhadap realisasi program dan kegiatan yang belum terserap secara optimal, perlu dilakukan evaluasi lebih mendalam untuk memastikan target kinerja berikutnya dapat tercapai,” katanya.
Agis menambahkan, SiLPA yang tersedia nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung berbagai program prioritas daerah. Di antaranya pembangunan infrastruktur jalan, drainase, penerangan jalan umum, serta peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan.
“Kalau terjadi efisiensi tentu akan muncul SiLPA. Itu hal yang positif karena anggaran yang tidak terpakai bisa dimanfaatkan kembali untuk program-program prioritas berikutnya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aldi Alpian Indra











