CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel mencatat peningkatan jumlah kejadian kebakaran selama semester pertama 2026. Hingga pertengahan Juni, tercatat sebanyak 50 kasus kebakaran terjadi di berbagai wilayah Kota Tangsel.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengatakan, jumlah tersebut sudah mendekati total kejadian kebakaran sepanjang tahun 2025 yang mencapai 61 kasus.
“Hingga bulan Juni ini sudah tercatat 50 kejadian kebakaran. Jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 61 kejadian selama satu tahun, tentu ada potensi peningkatan yang cukup signifikan,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Kamis, 18 Juni 2026.
Dohiri menambahkan, faktor penyebab kebakaran cukup beragam. Namun, penyebab yang paling dominan masih berasal dari kelalaian manusia atau human error. Selain itu, kondisi cuaca panas pada musim kemarau juga turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
“Yang paling banyak tetap karena kelalaian manusia. Cuaca panas memang berpengaruh, tetapi faktor dominannya masih human error,” tambahnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar kebakaran terjadi di rumah tinggal dan pertokoan. Dari hasil investigasi, sekitar 80 persen kasus kebakaran dipicu oleh masalah instalasi listrik. Banyak masyarakat masih menggunakan kabel dan peralatan listrik yang sudah usang atau tidak lagi layak pakai.
Selain itu, penggunaan stop kontak secara berlebihan juga menjadi pemicu utama terjadinya korsleting. “Sering ditemukan satu colokan digunakan untuk banyak peralatan sekaligus, seperti kulkas, televisi, hingga pengisi daya telepon seluler. Kondisi ini menyebabkan panas berlebih dan berpotensi menimbulkan korsleting listrik,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama selama musim kemarau yang disertai suhu udara cukup tinggi. Damkar meminta warga rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah dan segera mengganti kabel atau perangkat yang sudah rusak maupun usang.
Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan peralatan listrik yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Kalau mengganti instalasi listrik, gunakan produk yang sudah berstandar SNI. Jangan tergiur harga murah karena kualitasnya belum tentu baik dan berisiko menimbulkan kebakaran,” tegasnya.
Selain menangani kebakaran, Damkar Kota Tangsel juga mencatat peningkatan signifikan pada layanan penyelamatan atau rescue non-kebakaran.
Hingga pertengahan Juni 2026, petugas telah menangani sebanyak 484 operasi penyelamatan. Angka tersebut sudah melampaui total layanan penyelamatan sepanjang tahun 2025 yang berkisar 380 kejadian.
“Untuk penyelamatan non-kebakaran saat ini sudah mencapai 484 kejadian. Padahal tahun lalu hanya sekitar 380 kejadian selama satu tahun penuh,” ungkapnya.
Dohiri memperkirakan jumlah layanan penyelamatan hingga akhir tahun dapat meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Adapun kasus penyelamatan yang paling banyak ditangani petugas masih didominasi evakuasi ular yang masuk ke permukiman warga. Selain itu, petugas juga kerap menerima laporan gangguan sarang tawon dan evakuasi biawak.
“Paling banyak masih evakuasi ular, kemudian tawon, lalu biawak. Selebihnya ada berbagai jenis laporan penyelamatan lainnya,” tutupnya. (*)
Reporter : Tri Budi











