Pemdes Cirarab Perkuat Pencegahan Stunting, Kesehatan Anak Jadi Prioritas

Petugas posyandu dan pengurus PKK Desa Cirarab melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian makanan bergizi bagi anak dalam rangka pencegahan stunting. Randy/Bantenekspres.co.id

LEGOK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa Cirarab, Kecamatan Legok, terus memperkuat upaya pencegahan stunting guna memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal. Berbagai langkah dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin, hingga penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kader kesehatan, kader PKK, serta petugas posyandu yang secara rutin melakukan pemantauan kondisi kesehatan anak di lingkungan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Cirarab Imas Rayulatifah mengatakan, pencegahan stunting menjadi salah satu prioritas pemerintah desa karena menyangkut masa depan generasi penerus. Menurutnya, anak-anak membutuhkan perhatian khusus pada masa pertumbuhan agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, termasuk stunting.

“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa yang harus kita jaga bersama. Karena itu, Pemerintah Desa Cirarab terus berupaya melakukan berbagai langkah pencegahan stunting melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemberian vitamin, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi anak,” ujar Imas Rayulatifah kepada Bantenekspres.co
Id, Kamis 18 Juni 2026.

Selain pelayanan kesehatan, pemerintah desa juga aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pola asuh yang baik, pentingnya asupan gizi seimbang, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi balita dan anak-anak.

Menurut Imas, keterlibatan orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah stunting. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan mengikuti arahan dari kader kesehatan maupun petugas posyandu.

“Kami terus mengingatkan para orang tua agar memperhatikan tumbuh kembang anak sejak dini. Jangan ragu untuk datang ke posyandu karena seluruh pelayanan yang diberikan gratis dan tidak dipungut biaya. Dengan pemeriksaan rutin, kondisi kesehatan anak bisa terpantau dengan baik,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh dari kader kesehatan, kader PKK, dan posyandu, hingga saat ini belum ditemukan kasus stunting pada anak di Desa Cirarab. Capaian tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang selama ini konsisten menjalankan program pencegahan.

“Alhamdulillah sampai saat ini berdasarkan hasil pendataan dan pemantauan yang dilakukan kader kesehatan, kader PKK, serta petugas posyandu, belum ditemukan anak yang mengalami stunting di Desa Cirarab. Ini merupakan hasil kerja keras bersama yang harus terus dipertahankan,” ungkapnya.

Meski demikian, Pemerintah Desa Cirarab tidak ingin lengah. Berbagai program pencegahan akan terus ditingkatkan agar kondisi tersebut dapat dipertahankan di masa mendatang.

“Kami tidak boleh berpuas diri. Pencegahan harus tetap dilakukan secara berkelanjutan karena stunting bisa dicegah jika semua pihak memiliki kepedulian dan komitmen yang sama. Edukasi kepada masyarakat juga terus kami lakukan agar kesadaran tentang pentingnya kesehatan anak semakin meningkat,” tuturnya.

Imas juga mengapresiasi dedikasi para kader kesehatan dan kader posyandu yang selama ini aktif turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga yang memiliki balita.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader kesehatan, kader PKK, dan petugas posyandu yang selama ini tanpa lelah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka bahkan melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah untuk memastikan informasi tentang pencegahan stunting benar-benar diterima oleh warga,” paparnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan kesehatan yang diselenggarakan pemerintah desa. Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap ke depan tidak ada satu pun anak di Desa Cirarab yang mengalami stunting. Kuncinya adalah kebersamaan, kepedulian orang tua, serta kesediaan masyarakat untuk mengikuti arahan dan program kesehatan yang telah disiapkan. Jika semua berjalan baik, maka kita bisa menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutupnya. (*)

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait