TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO ID – Kain wastra atau warisan tradisional Nusantara kini semakin diminati oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Hal ini tidak lepas dari peran para pelaku UMKM inovatif yang berhasil mengemas kain tradisional menjadi produk fesyen modern yang kekinian.
Salah satunya adalah Kencana Arum, lini busana lokal asal Kota Tangerang yang fokus mengangkat keindahan etnik Nusantara.
Pemilik Kencana Arum, Astri Tohir mengungkapkan, bisnisnya yang telah berjalan selama dua tahun ini lahir dari kegemarannya melakukan perjalanan (traveling) ke berbagai penjuru Indonesia.
“Inspirasinya karena suka traveling aja, suka melihat kain-kain yang unik. Saya bisa dua minggu sekali ke Kalimantan untuk berburu bahan,” ungkap Astri saat ditemui di stand Bazaar di gelaran Festival Al Azhom, Rabu, 18 Juni 2026.
Hasil buruannya itu, kata Astri, terpikir untuk mengenalkan bahwa kain tradisional khas nusantara itu sangat kaya dan bernilai sejarah tinggi.
Melalui Kencana Arum, Astri menawarkan konsep “Etnik Nusantara” dengan mengumpulkan berbagai jenis kain tradisional dari seluruh penjuru tanah air, mulai dari batik Baduy, ulos Sadum dari, Deli Serdang, Medan. Kemudian songket Palembang, hingga kain khas Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua.
Produk-produk tersebut kemudian diproduksi menjadi pakaian siap pakai modern, dengan fokus utama pada produk outer (luaran) dan vest (rompi).
“Sengaja pola pakaiannya dibuat oversized atau fleksibel agar masuk ke semua kalangan. Orang muda bisa pakai, orang tua juga bisa. Jadi kesannya tidak kuno lagi, tetapi justru kekinian dan tidak kalah dengan tren baju luar negeri seperti baju Korea,” ujar Astri.
Ia menyebut, di kediamannya ia memproduksi pakaian tersebut dengan 4 orang pekerja konveksi. “Kalau untuk desain atau polanya saya sendiri, banyak juga pesanan dari pelanggan yang minta desain sendiri,” ungkapnya.
Astri yang merupakan warga perumahan Pondok Arum, Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang ini memaparkan, selama ini, Kencana Arum aktif menjalankan operasional bisnisnya melalui toko daring (online shop). Namun, momen pameran atau bazar tatap muka tetap menjadi strategi penting untuk memperluas jangkauan pasar.
Ia mengaku selalu konsisten berpartisipasi dalam setiap gelaran besar di Kota Tangerang, seperti Festival Ramadan dan Festival Al-A’zhom. Menurutnya, keikutsertaan dalam bazar memberikan dua keuntungan sekaligus, yaitu sebagai ajang promosi merek (brand awareness) sekaligus mendongkrak omset penjualan secara signifikan.
“Misinya memang untuk mempromosikan produk. Seandainya pengunjung belum beli sekarang, minimal mereka jadi tahu nama Kencana Arum dan akun online shop kami. Nanti di lain waktu mereka bisa beli lewat online,” kata Astri.
“Alhamdulillah, omset selama festival di Al-A’zhom ini selalu bagus dan sangat menguntungkan,” ucapnya.
Terlebih, pada momen Festival Ramadan lalu yang dilangsungkan selama satu bulan, kata Astri ia dapat meraup omset belasan juga.
“Sewa stannya saja kan waktu itu Rp10 juta, Alhamdulillah bersihnya mencapai Rp7 jutaan,” ujarnya.
Melihat tingginya minat dan antusiasme pasar, Kencana Arum kini tengah melebarkan sayapnya. Mengingat mayoritas target pasarnya mengenakan hijab, Astri berencana mengombinasikan kain wastra Nusantara dengan lini busana muslim (gamis) dan hijab.
Inovasi produk terbaru ini rencananya akan resmi diperkenalkan kepada publik melalui sebuah gelaran peragaan busana (fashion show) dalam waktu dekat.
“Kami sudah menyiapkan program untuk fashion show tanggal 27 Juni nanti di panggung utama ini. Di acara Festival Al Azhom ini, Kencana Arum akan secara khusus merilis (launching) produk baru berupa busana muslim dan gamis dengan sentuhan kain etnik Nusantara, katanya.
“Ini menjadi langkah kami untuk terus mengajak generasi muda mencintai budaya sendiri lewat pakaian yang menutup aurat namun tetap modis,” pungkas Astri.(*)
Reporter : Abdul Aziz











