Melon Premium Sweet Hami, Inovasi BUMDes Kadu Mandiri Dorong Ekonomi Desa

Kepala Desa Kadu Muhammad Asdiansyah saat memetik melon di greenhouse yang di kembangkan oleh BUMDes Desa Kadu dan masyarakat. Randy/Bantenekspres.co.id

CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Komitmen Pemerintah Desa Kadu, Kecamatan Curug, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai inovasi. Salah satu langkah nyata yang kini mulai menunjukkan hasil adalah budidaya Melon Premium Varietas Sweet Hami yang dikelola oleh BUMDes Kadu Mandiri dengan sistem pertanian modern berbasis greenhouse.

Keberhasilan panen raya melon premium tersebut menjadi bukti bahwa desa mampu berkembang dan bersaing melalui pengelolaan potensi lokal yang dilakukan secara profesional. Melalui agenda Ekspose Inovasi Desa Panen Raya Melon Premium Sweet Hami, Pemerintah Desa Kadu memperkenalkan hasil budidaya unggulan yang telah dikembangkan bersama pemuda dan masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Kadu Muhammad Asdiansyah mengatakan, bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam menciptakan sumber ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Panen raya ini bukan hanya tentang hasil pertanian, tetapi menjadi simbol semangat kemandirian Desa Kadu. Kami ingin menunjukkan bahwa desa memiliki kemampuan untuk berinovasi, mengembangkan usaha produktif, serta menghasilkan produk berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar modern,” ujar Muhammad Asdiansyah kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Melon Premium Sweet Hami yang dibudidayakan di dalam greenhouse memiliki kualitas unggul. Selain ditanam secara higienis, proses budidayanya dilakukan dengan sistem yang terukur dan presisi sehingga menghasilkan buah dengan tekstur renyah (crunchy) serta cita rasa manis yang khas.

“Program ini membuka peluang kerja bagi warga sekitar, khususnya bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap. Dengan adanya kegiatan budidaya melon, masyarakat dapat terlibat langsung mulai dari proses penanaman, perawatan hingga panen. Ini menjadi salah satu langkah kami dalam menekan angka pengangguran di Desa Kadu,” katanya.

Asdiansyah menambahkan, pengembangan usaha yang dijalankan BUMDes Kadu Mandiri tidak berhenti pada sektor pertanian melon saja. Saat ini, BUMDes juga mengembangkan sejumlah unit usaha lain yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Kami terus membangun ekosistem ekonomi desa yang produktif. Selain greenhouse melon, BUMDes juga mengembangkan usaha peternakan lele dan peternakan bebek yang dikelola bersama masyarakat. Alhamdulillah, usaha-usaha tersebut sudah berjalan dan memberikan hasil yang positif,” ungkapnya.

Ia menilai, keterlibatan masyarakat dalam berbagai program BUMDes menjadi kunci keberhasilan pembangunan ekonomi desa. Oleh karena itu, pemerintah desa terus mendorong kolaborasi dan partisipasi aktif warga dalam setiap program pemberdayaan yang dijalankan.

“Kami ingin BUMDes menjadi motor penggerak ekonomi desa. Ketika masyarakat terlibat dan merasakan manfaatnya secara langsung, maka roda perekonomian akan bergerak lebih cepat dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara bertahap,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asdiansyah berharap keberhasilan budidaya Melon Premium Sweet Hami dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

“Kami percaya desa memiliki sumber daya yang luar biasa. Tinggal bagaimana potensi tersebut dikelola dengan baik, didukung teknologi, dan melibatkan masyarakat. Jika itu dilakukan secara konsisten, desa akan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri,” tuturnya.

Asdiansyah menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung berbagai program pengembangan ekonomi di Desa Kadu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, para pemuda, pengurus BUMDes, serta semua pihak yang terus mengawal dan mendukung ekosistem positif ini. Keberhasilan yang kita raih hari ini adalah hasil kerja bersama untuk kemajuan Desa Kadu,” tutupnya. (*)

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait