LEGOK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa Babat, Kecamatan Legok, terus mengintensifkan upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Melalui rapat koordinasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, warga diajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Desa Babat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Dalam kesempatan itu, warga diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran lingkungan hingga gangguan kesehatan.
Kepala Desa Babat Sukron Ma’mun mengatakan, persoalan sampah masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Lingkungan yang bersih dan sehat tidak bisa terwujud jika hanya mengandalkan pemerintah desa. Dibutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” ujar Sukron Ma’mun kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 17 Juni 2026.
Ia menegaskan, kebiasaan membuang sampah sembarangan harus segera dihentikan karena dapat merusak lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga.
“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat. Sampah yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran air, menimbulkan bau tidak sedap, dan berpotensi menyebabkan berbagai penyakit. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Sukron menjelaskan, masyarakat juga diimbau untuk memilah sampah sebelum dibuang. Langkah tersebut dinilai dapat memudahkan proses pengelolaan dan pengangkutan sampah oleh petugas kebersihan.
“Kami mengajak warga untuk mulai membiasakan memilah sampah dari rumah. Buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan atau lokasi yang aman sehingga nantinya dapat diangkut oleh petugas kebersihan dari kecamatan,” ungkapnya.
Menurutnya, edukasi mengenai kebersihan lingkungan terus dilakukan secara berkelanjutan karena persoalan sampah sering kali muncul akibat kurangnya kesadaran sebagian masyarakat.
“Rapat koordinasi seperti ini akan terus kami lakukan. Kami tidak pernah bosan mengingatkan warga karena persoalan sampah merupakan masalah yang sering terjadi. Jika kesadaran masyarakat meningkat, maka lingkungan yang bersih dan sehat akan lebih mudah diwujudkan,” tegas Sukron.
Ia berharap, seluruh lapisan masyarakat dapat mendukung program kebersihan yang dijalankan pemerintah desa demi menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman bagi generasi saat ini maupun yang akan datang.
“Saya mengajak seluruh warga Desa Babat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Mulailah dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan di sekitar rumah. Jika dilakukan bersama-sama, saya yakin Desa Babat akan menjadi desa yang bersih, sehat, dan nyaman untuk kita semua,” tutupnya. (*)
Reporter: Randy Yastiawan











