Kabupaten Tangerang Andalkan Wisata Kuliner hingga Destinasi Unggulan Tarik Wisatawan

Kabupaten Tangerang Andalkan Wisata Kuliner hingga Destinasi Unggulan Tarik Wisatawan
Wisata di Kabupaten Tangerang terus berkembang. Foto Istimewa

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui penguatan destinasi wisata, kuliner, perhotelan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang Ratih Rahmawati mengatakan, pengembangan pariwisata kini tidak lagi hanya bertumpu pada objek wisata, tetapi juga pelayanan dan pengalaman wisatawan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Disporabudpar saat ini aktif berkolaborasi dengan berbagai organisasi mitra pariwisata seperti PHRI, HPI, GenPI, Pokdarwis, Saka Pariwisata hingga Balawista untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata.

“Kita berkolaborasi dengan PHRI, HPI, GenPI, Pokdarwis, Saka Pariwisata, termasuk Balawista. Fokusnya lebih ke pembinaan, pelatihan, dan bimtek untuk SDM pariwisata,” ujar Ratih, Minggu 24 Mei 2026.

Ratih menilai, pelayanan menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan wisatawan agar mau kembali berkunjung ke Kabupaten Tangerang.

“Kalau tempatnya bagus tapi pelayanannya buruk atau tidak ramah, orang juga malas datang lagi. Hospitality itu penting sekali,” katanya.

Ia menjelaskan, sektor kuliner dan perhotelan kini menjadi bagian penting dalam industri pariwisata daerah. Bahkan, tingkat okupansi hotel di Kabupaten Tangerang meningkat signifikan saat akhir pekan panjang maupun musim liburan.

“Kalau long weekend biasanya okupansi hotel tinggi. Banyak tamu dari luar daerah yang memilih menginap di Tangerang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pariwisata Disporabudpar Kabupaten Tangerang Aci Sulastriyana mengatakan, sejumlah wilayah seperti Pagedangan, Cisauk, Legok hingga Curug berkembang menjadi kawasan potensial sektor perhotelan karena lokasinya strategis dan dekat dengan Jakarta maupun Tangerang Selatan.

Selain sektor perhotelan, Kabupaten Tangerang juga memiliki sedikitnya 15 destinasi wisata unggulan yang terus dikembangkan. Beberapa di antaranya yakni kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Aloha, Mangrove Muara di Kosambi, Pulau Cangkir hingga wisata Solear dan Cigaru.

“PIK sekarang sudah jadi bagian dari Kabupaten Tangerang. Ada juga Aloha, Mangrove Muara, Pulau Cangkir, itu semua jadi wisata unggulan kita,” ujarnya.

Meski demikian, Aci mengakui tantangan terbesar destinasi wisata saat ini adalah menjaga konsistensi jumlah pengunjung setelah sempat viral di media sosial.

Karena itu, pengelola destinasi wisata didorong terus melakukan inovasi mulai dari penambahan spot foto, peningkatan sarana prasarana hingga penyelenggaraan event berkala agar wisatawan tertarik datang kembali.

“Harus ada inovasi baru, misalnya menambah spot foto, memperbaiki sarana prasarana, atau membuat event berkala. Jadi orang tertarik datang lagi,” katanya.

Ia berharap penguatan inovasi dan kualitas pelayanan dapat membuat sektor pariwisata Kabupaten Tangerang berkembang secara berkelanjutan dan tidak hanya ramai sesaat karena tren media sosial.(*)

Pos terkait