Warga Pulau Tunda Kesulitan Solar Subsidi, Listrik Berkurang Jadi 6 Jam dari 12 Jam 

Warga Pulau Tunda Kesulitan Solar Subsidi, Listrik Berkurang Jadi 6 Jam dari 12 Jam 
Camat Tirtayasa Munapri. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Warga Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, tengah kesulitan mendapatkan untuk mendapatkan solar subsidi.

Imbasnya listrik di Pulau Tunda hanya menyala selama enam jam dari sebelumnya bisa 12 jam, karena adanya regulasi baru dan kenaikan harga solar serta yang subsidi sudah tidak bisa digunakan untuk pembangkit listrik.

Bacaan Lainnya

Camat Tirtayasa Munapri mengatakan, warga di Pulau Tunda kini sedang mengalami kesulitan, karena listrik yang biasanya menyala bisa sampai 12 jam per hari kini hanya enam jam per hari.

Berkurangnya waktu listrik di Pulau Tunda terjadi karena, adanya regulasi baru dan kenaikan harga solarnya, meskipun stoknya banyak namun untuk yang subsidi tidak bisa digunakan untuk listrik hanya bisa untuk nelayan.

“Di Pulau Tunda itu menghidupkan listriknya pakai solar, biasanya warga ambil solar dari SPBU di Karangantu Kota Serang, yang sekarang justru tutup. Sekarang ada kebijakan baru, solar subsidi hanya bisa digunakan untuk nelayan bukan untuk listrik, kalaupun maksa palingan pakai solar biasa yang harganya jauh lebih mahal,” katanya, Minggu 24 Mei 2026.

Munapri mengatakan, listrik yang kini hanya bisa menyala enam jam sudah terjadi sekitar dua sampai tiga bulan, warga Pulau Tunda pun sudah menyampaikan keluhan tersebut ke kecamatan.

Hasilnya pihak kecamatan akan mengusahakan memberikan suntikan anggaran, yang berasal dari Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) supaya listrik Pulau Tunda bisa kembali menyala selama 12 jam.

“Solusi sementara kita upayakan dari anggaran BHPRD, bisa cukup beberapa bulan kedepan. Selain itu, ada kerjasama antara Pemkab Serang dengan perusahaan swasta untuk pemasangan pembangkit listrik Pulau Tunda, namun belum tahu kelanjutannya bagaimana,” ujarnya.

Dikatakan Munapri, solusi sementara diupayakan bisa terealisasi menjelang hari raya Idul Adha, agar warga Pulau Tunda bisa mendapatkan listrik yang normal seperti biasanya.

“Kita juga akan menyampaikan ke Pemkab Serang untuk meminta bantuan lebih lanjut, lalu juga akan menayangkan progres kerjasama pembangkit listrik dengan perusahaan swasta tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Diskoumperindag Kabupaten Serang Titi Purwitasari mengatakan, koordinasi dengan BPH Migas telah dilakukannya untuk penambahan alokasi solar ke Kabupaten Serang, sebagai upaya solusi menyelesaikan masalah di Pulau Tunda.

Permintaan penambahan solar yang disampaikan sesuai kebutuhan Pulau Tunda yaitu 300 liter per hari, sedangkan harganya akan disesuaikan dengan harga solar subsidi.

“Kita sudah sampaikan ke BPH Migas, kita dapat respon positif ya semoga bisa segera terealisasi, penambahannya 300 liter per hari dan harganya sesuai harga solar subsidi,” katanya. (*)

Pos terkait