Penyertaan Modal Pemkab Serang Ke Perumda Tirta Al Bantani Belum Untung, Wakil Bupati Sebut Sebagian Anggaran Digunakan Untuk Investasi

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas.Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, menyebutkan penyertaan modal yang diberikan Pemkab Serang, ke Perumda Tirta Al Bantani sampai sekarang ini belum balik modal.

Sebagian besar anggaran penyertaan modal ini digunakan Perumda Tirta Al Bantani, untuk investasi jaringan perpipaan dan pelayanan sosial masyarakat.

Bacaan Lainnya

Najib mengatakan, berdasarkan Perda untuk total amanat penyertaan modal dari Pemkab Serang ke Perumda Tirta Al Bantani mencapai Rp350 miliar, namun sampai sekarang baru terealisasi sekitar Rp75 miliar masih bisa bertambah hingga 2030.

Dari Rp75 miliar yang sudah diberikan sampai kini untuk balik modal belum sepenuhnya tercapai, karena sebagian anggaran digunakan untuk investasi, yang kini diketahui bahwa Perumda Tirta Al Bantani akan mengelola air minum kemasan.

“Penyertaan modal belum sepenuhnya kita berikan, baru Rp75 miliar akan dicicil sampai 2030 nanti, namun untuk balik modal belum sepenuhnya tercapai. Perumda punya dua fungsi, sosial dan bisnis, untuk tutupi sosial ditetapkan pembentukan anak perusahaan untuk mengelola air minum kemasan,” katanya, Kamis 21 Mei 2026.

Najib mengatakan, potensi dari air permukaan selama ini yang belum terolah masih cukup besar, daripada terbuang lebih baik dimanfaatkan untuk menjadi produk air minum kemasan.

Sehingga Perumda Tirta Al Bantani berencana akan membentuk anak perusahaan, yang bergerak di bidang pengelolaan air minum dalam kemasan yang rencananya akan direalisasikan tahun ini.

Produksi airnya direncanakan ambil dari wilayah Kecamatan Baros, sedangkan untuk lokasi pabrik akan dilakukan studi kelayakan dahulu sesuai tata ruang, namun dipastikan pabriknya berada di kawasan industri atau wilayah penunjang industri agar sesuai dengan regulasi tata ruang.

“Pembentukan kelembagaan anak perusahaan ini rencananya, akan menggandeng perusahaan asal Korea Selatan sebagai mitra kerjasama. Airnya rencananya akan ambil dari Baros, lokasi pabrik masih disesuaikan dengan tata ruang, sedangkan pemasarannya bekerjasama dengan perusahaan lain karena potensinya cukup besar,” ujarnya.

Dikatakan Najib, kinerja Perumda Tirta Al Bantani mencatatkan tren yang positif serta peningkatan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab Serang cukup bagus.

Kemudian jangkauan layanan air bersih melalui sambungan rumah juga terus bertambah, serta di tahun ini hingga 2027 Perumda Tirta Al Bantani akan mendapatkan dukungan bantuan dari pemerintah pusat.

“Bantuan dari pemerintah pusat ini untuk percepatan sambungan rumah, yang nilainya sekitar Rp6 miliar pada Oktober dan November. Lalu di 2027 ada bantuan lagi Rp155 miliar, untuk wilayah Kragilan dan Ciruas, mendukung untuk kebutuhan air bersih di Puskesmas dan rumah sakit Adhyaksa,” ucapnya.

Untuk kontribusi PAD Perumda Tirta Al Bantani, kata Najib, tahun ini ditetapkan sebesar Rp1,5 miliar, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai Rp1,3 miliar.

Menurutnya Perumda Tirta Al Bantani masih perlu membutuhkan dukungan penyertaan modal dari pemerintah daerah, karena bisnis utama mereka berfokus pada layanan sambungan rumah dan pengembangan jaringan perpipaan.

“Masih perlu dapat dukungan penyertaan modal, di Perda penyertaan modal ada kewajiban pemda yang cukup besar. Di tahun ini saja diajukan Rp2,6 miliar, untuk pendampingan program pemerintah pusat, lalu tahun depan sekitar Rp12 miliar,” tuturnya. (*)

Reporter : Agung Gumelar

Pos terkait