DKPP Bakal Siapkan Pompa Dan Perbaikan Saluran Irigasi Hadapi Kemarau Panjang

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, berencana bakal menyiapkan pompa dan perbaikan saluran irigasi untuk menghadapi kemarau panjang.

Meskipun belum ada kepastian bulan apa kemarau panjang terjadi di Kabupaten Serang, namun diprediksi akan terjadi pada 2026 ini maka perlu adanya antisipasi yang mulai dilakukannya.

Bacaan Lainnya

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) sudah memberikan peringatan bahwa petani harus waspada, terhadap El Nino atau kemarau panjang yang diprediksi akan terjadi tahun ini.

Sebelum terjadi pihaknya terus mengejar tanam mengingat saat ini masih ada hujan, maka Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Serang terus ditingkatkan agar pasca panen langsung percepat tanam.

“Sekarang masih ada hujan nih jadi kita tanam dulu, mudah-mudahan ketika kemarau panjang tiba itu padi sudah mulai berbuah dan siap panen jadinya aman. Sehingga kita tidak khawatir untuk menghadapi musim kemarau panjang,” katanya, Selasa 5 Mei 2026.

Suhardjo mengatakan, dalam menghadapi musim kemarau panjang pihaknya berencana menyiapkan pompa dan perbaikan saluran irigasi sebagai langkah antisipasinya, seperti tahun lalu pihaknya sudah melakukan pembagian pompa air, irigasi pompa, dan perbaikan saluran irigasi.

Kemudian pihaknya juga akan melihat kondisi dari keadaan air di sawah, dengan cara memantau aliran Sungai Ciujung dan Bendungan Pamarayan, untuk nanti dilakukan sistem buka tutup gilir.

“Maka kita informasikan kepada para petani juga, kapan mereka akan tanam, karena masa tanam itu butuh air maka akan kita sediakan,” ujarnya.

Dikatakan Suhardjo, bagi wilayah yang tidak bisa terjangkau aliran sungai atau sumber air akan ada beberapa upaya yang dilakukan, seperti pengeboran sumber air bawah tanah yang kini telah diusulkan.

Tidak hanya itu, di Kabupaten Serang juga ada beberapa embung dan akan ada rehabilitasi embung yang kini juga sudah diusulkan,

“Kita sudah usulkan ke pusat dan kini ada beberapa titik, yang sudah dibangun pengambilan air bawah tanah. Lalu rehabilitasi embung juga, semoga sebelum datang kemarau sudah ada pelaksanaan untuk perbaikan salurannya,” ucapnya.

Meskipun kemarau panjang tidak bisa diprediksi, kata Suhardjo, berdasarkan perkiraan dari BMKG sekitar pertengahan April sudah masuk pergerakannya namun ternyata meleset sebab masih ada hujan.

“Makanya kami masih berkoordinasi dengan BMKG kapan mulai kemaraunya, mumpung ada hujan kita kejar terus karena masih ada air, di irigasi masih ada, masih ada hujan kita kejar untuk tanam,” tuturnya. (*)

Reporter : Agung Gumelar

Pos terkait