Dindikbud Akui Mutu Pendidikan Di Kabupaten Serang Masih Rendah, Pengawas Sekolah Dikumpulkan

Sekretaris Dindikbud Kabupaten Serang Mohammad Hanafiah, saat diwawancarai wartawan di gedung Setda Kabupaten Serang, Senin 4 Mei 2026. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, mengaku mutu pendidikan di Kabupaten Serang di tingkat Provinsi Banten pada 2026 masih rendah.

 

Bacaan Lainnya

Rendahnya mutu pendidikan di Kabupaten Serang, dikarenakan pada kategori literasi dan numerasi siswa relatif menurun dibandingkan tahun lalu, karena penilaiannya kini melalui tes kompetisi akademik memakai komputer.

 

Hal itu disampaikan Sekretaris Dindikbud Kabupaten Serang Mohammad Hanafiah, saat diwawancarai wartawan di gedung Setda Kabupaten Serang, Senin 4 Mei 2026.

 

Hanafiah mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan seluruh pengawas pendidikan mulai dari tingkat PAUD, SD dan SMP, untuk mencari solusi bersama-sama, dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Serang.

 

“Untuk sementara mutu pendidikan di Kabupaten Serang, tingkat provinsi masih rendah maka kita kumpulkan seluruh pengawas mulai dari PAUD, SD dan SMP. Tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan Kabupaten Serang, khususnya literasi dan numerasi itu siswa yang relatif menurun,” katanya.

 

Kata Hanafiah, pemerintah pusat yang melakukan penilaian secara langsung terhadap mutu pendidikan di daerah, melalui tes kompetisi akademik memakai komputer yang hasilnya untuk Kabupaten Serang tahun ini menurun.

 

“Siswa kita itu tes pakai komputer, saya rasa bisa jadi mereka sebenarnya mampu tapi karena depan komputer jadinya tidak mampu, mungkin terkait dengan digitalisasi murid-murid kita ini kayaknya masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

 

Dikatakan Hanafiah, dari hasil diskusi dengan para pengawas pendidikan mereka menyebutkan, bahwa siswa Kabupaten Serang masih kurang di ilmu digitalisasinya maka perlu ditingkatkan.

 

“Kalau kita lihat sarana prasarana sekolah sudah lumayan dan tidak bayar, tapi kenapa kok mutu pendidikan kita masih rendah, ini masalah kita yang harus diselesaikan bersama,” ucapnya.

 

Disinggung apakah cara mengajar guru dapat mempengaruhi kualitas ilmu pengetahuan siswa, kata Hanafiah, kemungkinan mempengaruhi juga namun bukan tidak baik melainkan belum tepat.

 

“Ini juga yang menjadi pembahasan bersama, apakah teknik pengajarannya memang belum tepat atau seperti apa, perlu ada inovasi-inovasi baru yang dikembangkan lagi,” tuturnya.

 

Hanafiah mengatakan, jumlah tenaga pendidik di Kabupaten Serang masih kurang sekali, terlebih kini sudah tidak boleh merekrut tenaga pendidik yang ASN.

 

Namun kenyataannya banyak sekolah yang menerima guru non ASN atau honorer sebagai tenaga pembantu, sementara kualitas dari pendidikannya masih tetap sama.

 

“Jadi Kalau kualitasnya baik, yang kami asumsikan adalah tenaga pendidiknya yang memang harus lebih banyak lagi, karena memang banyak yang dobel-dobel mengajarnya. Artinya satu guru mengajar dua mata pelajaran bahkan bisa lebih,” katanya. (*)

 

Reporter : Agung Gumelar

Pos terkait