LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID -Pelaksanaan ujian sekolah di SDN Larangan 11 Kota Tangerang resmi dimulai dengan pengawasan ketat dan arahan strategis dari pihak sekolah. Dalam hal ini, Kepala Sekolah SDN Larangan 11, Fetty Meriyanti, memberikan perhatian khusus pada teknis pengerjaan soal guna memastikan para siswa dapat mengelola waktu dengan efektif selama ujian berlangsung.
Fetty juga menekankan pentingnya strategi manajemen waktu bagi 62 siswa kelas enam yang menjadi peserta tahun ini. Ia mengimbau agar anak-anak tidak terpaku pada satu soal yang dianggap sulit, melainkan menyisir lembar ujian untuk mencari pertanyaan yang paling dikuasai terlebih dahulu.
“Kayak nilai-nilai saya bilang tadi juga pesan, ya kerjain yang gampang-gampang dulu soalnya, yang susah nanti belakangan gitu,” ujarnya kepada bantenekspres.co.id, Senin 4 Mei 2026.
Menurut Fetty, fokus yang terlalu besar pada satu soal sulit dapat berdampak buruk pada keseluruhan performa siswa. Ia khawatir jika siswa terlalu memaksakan diri menyelesaikan soal rumit di awal, maka soal-soal lain yang sebenarnya mampu dijawab justru akan terlewatkan karena kehabisan waktu.
“Khawatirnya kalau dikerjain yang susah aja kan nanti dia malah fokus ke satu soal akhirnya yang lainnya enggak semuanya enggak bisa dikerjain gitu,” tambahnya.
Selain aspek teknis, Fetty juga menyoroti pentingnya ketelitian dalam membaca setiap instruksi. Ia meminta para siswa untuk tetap tenang dan sungguh-sungguh, serta memastikan setiap jawaban telah dipikirkan secara matang sebelum mengisi lembar jawaban secara permanen.
“Yang pasti juga harus mereka sungguh-sungguh mengerjakannya, teliti, enggak boleh asal-asalan gitu ya jadi biar hasilnya juga nanti memuaskan,” tegasnya.
Selain itu, pihak sekolah juga mengamati bahwa pendekatan ini cukup efektif untuk menenangkan mental para siswa yang sempat merasa tegang sebelum masuk ruangan. Fetty menyebut, dengan adanya panduan teknis yang jelas, siswa diharapkan memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi dalam menghadapi tantangan akademis terakhir mereka di tingkat sekolah dasar ini.
Lebih lanjut, dukungan motivasi ini diberikan secara intensif mengingat karakteristik siswa kelas enam saat ini yang dinilai lebih membutuhkan dorongan moral. Fetty berharap strategi mendahulukan soal mudah ini menjadi kunci bagi siswa untuk meraih nilai terbaik guna melanjutkan ke jenjang sekolah menengah negeri yang diinginkan.
Sebagai penutup, Fetty mengingatkan usaha teknis di lapangan harus dibarengi dengan kekuatan spiritual. “Pesannya yang pertama yang pasti berdoa. Kita minta sama Allah untuk diberi kemudahan, kelancaran dalam mengerjakan semua ujiannya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi










