Dindikbud Banten Fokus pada Branding Sekolah dan Pemerataan Guru untuk Tingkatkan Kualitas

Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin saat diwawancarai awak media di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin 4 Mei 2026.

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten tengah mendorong agar setiap sekolah memiliki identitas atau branding yang kuat serta kualitas yang terukur sesuai dengan jenjang pendidikannya. Hal ini dilakukan agar pendidikan di Banten menjadi corong perkembangan di Indonesia.

 

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Jamaluddin, mengatakan bahwa keberhasilan proses belajar mengajar di tingkat SMA diukur dari kemampuan siswa menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

 

“Tolak ukurnya bagi SMA adalah bagaimana anak-anak lulus tes ke perguruan tinggi negeri. Jika mereka lulus, itu berarti guru-gurunya berhasil di situ,” katanya saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Senin 4 Mei 2026.

 

Lebih lanjut, untuk jenjang SMK, fokus utama dialihkan pada penguatan hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Tujuannya jelas meminimalisir angka pengangguran di kalangan lulusan SMK dengan memastikan serapan tenaga kerja yang maksimal.

 

“Jangan sampai anak anak tamat SMK pengangguran gitu ya jadi masalah,” ujarnya.

 

Jamaluddin mengklaim, Banten masih menghadapi tantangan pada distribusi tenaga pendidik, terutama untuk sekolah-sekolah yang baru didirikan. Tercatat ada sekitar tujuh sekolah baru yang hingga tahun 2025 ini masih membutuhkan penambahan tenaga pengajar.

 

Untuk mengatasi kekosongan tersebut, pemerintah sedang melakukan pemetaan dan redistribusi guru. Strategi yang diambil adalah memindahkan guru yang memiliki kelebihan jam mengajar di sekolah negeri tertentu ke sekolah-sekolah baru yang masih kekurangan personel.

 

“Kami sedang mengecek sekolah mana yang kelebihan jam mengajar atau ada guru yang tidak mendapatkan jam mengajar. Itu yang kami ambil dan distribusikan ke kabupaten/kota yang membutuhkan,” tambahnya.

 

Menurutnya, upaya pemerataan tenaga pendidik ini diharapkan dapat menjamin kualitas pendidikan yang setara di seluruh wilayah Banten. Dengan distribusi guru yang lebih proporsional, diharapkan tidak ada lagi ketimpangan kualitas antara sekolah lama dan sekolah baru, sehingga mutu pendidikan di Banten dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

 

“Ya kita sedang mengupayakan agar pendidikan di Banten ini terus berkembang dan adanya pemerataan akses pendidikan di seluruh daerah,” ungkapnya. (*)

 

Reporter: Syirojul Umam

Pos terkait