JAYANTI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Tenaga Kerja terus mendorong lahirnya wirausaha baru sebagai upaya menekan angka pengangguran. Sebanyak 240 peserta dari enam kecamatan mengikuti pelatihan dan menerima bantuan peralatan usaha pada angkatan pertama program tahun 2026.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa pemerintah daerah juga membuka peluang kerja melalui pelatihan berbasis industri di Balai Latihan Kerja (BLK), yang terintegrasi dengan program pemagangan di perusahaan.
Ia menyebut, ratusan peserta pelatihan telah difasilitasi untuk mengikuti program magang selama satu bulan di sejumlah perusahaan, dengan dukungan uang saku dan transportasi.
“Melalui magang ini, peserta tidak hanya belajar, tetapi juga berpeluang direkrut menjadi karyawan jika menunjukkan kinerja yang baik,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Tangerang juga menyiapkan pelatihan keterampilan di berbagai bidang, mulai dari servis kendaraan, tata boga, hingga barista, yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Maesyal menambahkan, pada tahun 2026 pemerintah daerah menargetkan sekitar 1.700 peserta mengikuti program pelatihan, termasuk sekitar 800 peserta untuk program wirausaha baru.
“Program ini bukan hanya pelatihan, tapi juga disertai bantuan alat usaha agar setelah selesai pelatihan mereka bisa langsung bekerja atau membuka usaha,” katanya, Selasa 5 Mei 2026.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan program tersebut mampu meningkatkan kesempatan kerja, mengurangi angka pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang.
Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menjelaskan program tersebut merupakan tindak lanjut usulan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
“Peserta tidak langsung menerima bantuan. Mereka terlebih dahulu mengikuti pelatihan keterampilan, kemudian diberikan pembekalan kewirausahaan, baru setelah itu menerima peralatan usaha,” ujarnya.
Ia menyebutkan, terdapat enam bidang usaha yang dilatih, yakni menjahit, bengkel otomotif, las listrik, tata boga, servis AC, dan instalasi listrik. Pelatihan berlangsung sejak Februari hingga April 2026 dan akan berlanjut hingga Oktober mendatang untuk angkatan berikutnya.
Para peserta berasal dari Kecamatan Balaraja, Sukamulya, Gunung Kaler, Kronjo, Kresek, dan Sindang Jaya. Mereka dibagi dalam kelompok usaha, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 16 orang yang nantinya mengelola peralatan secara bersama.
Kata Rudi, program ini diharapkan mampu menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat, terutama di tengah keterbatasan lapangan kerja di sektor formal.
“Harapannya mereka bisa mandiri, tidak hanya bergantung pada pekerjaan di pabrik, tetapi juga mampu membuka usaha sendiri,” katanya.(*)
Reporter: Asep Sunaryo










