Pemdes Taba Gandeng Puskesmas Jambe Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Lansia

Tim puskesmas Jambe saat melakukan pemeriksaan kesehatan gratis pada orangtua dan lansia di Desa Taba, Kecamatan Jambe. Randy/Bantenekspres.co.id

JAMBE,BANTENEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Desa Taba, Kecamatan Jambe, bekerja sama dengan Puskesmas Jambe menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia di wilayah Desa Taba. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.

Pemeriksaan kesehatan gratis tersebut meliputi pengecekan mata, tinggi badan, berat badan, serta pemeriksaan gigi. Layanan ini disambut antusias oleh para lansia yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara langsung.

Bacaan Lainnya

Kepala Puskesmas Jambe, drg. Christina Handar Mujati menegaskan, bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

“Kegiatan ini sangat penting untuk membantu para lansia mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan pemeriksaan rutin seperti ini, kita bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit yang sering diderita oleh orang tua,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan, banyak lansia yang kerap tidak menyadari kondisi kesehatannya karena jarang melakukan pemeriksaan secara berkala.

“Seringkali para lansia datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisi sudah cukup parah. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mendorong kesadaran bahwa pemeriksaan kesehatan secara rutin itu sangat penting,” jelasnya.

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci dalam menekan risiko penyakit kronis yang kerap dialami lansia, seperti gangguan penglihatan, masalah gigi, hingga penurunan kondisi fisik.

“Dengan adanya pengecekan mata, berat badan, tinggi badan, dan kesehatan gigi, kita bisa memetakan kondisi kesehatan mereka. Jika ditemukan indikasi penyakit, bisa langsung kami arahkan untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ruang konsultasi langsung antara lansia dengan tenaga medis. Karena, bisa diketahui penyakit apa saja yang di alami serta bisa di lakukan tindakan

“Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi. Lansia bisa langsung bertanya terkait keluhan kesehatannya, pola makan, hingga gaya hidup yang lebih sehat,” ungkapnya.

Christina berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berjalan. Kesehatan masyarakat, khususnya lansia, perlu perhatian bersama. Dengan sinergi antara pemerintah desa dan puskesmas, pelayanan kesehatan bisa lebih maksimal,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, bahwa pendekatan jemput bola seperti ini dinilai efektif menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan.

“Tidak semua lansia bisa datang langsung ke puskesmas, baik karena keterbatasan fisik maupun akses. Maka kegiatan seperti ini menjadi solusi agar pelayanan kesehatan tetap bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya. (*).

Reporter: Randy Yastiawan

 

Pos terkait