CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CI.ID – Pemkota Tangsel terus mempercepat pendataan dan penyediaan lahan untuk pembangunan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel Bachtiar Priyambodo mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor dengan melibatkan kecamatan, kelurahan, serta unsur kejaksaan, kepolisian, dan TNI.
“Ini langkah yang harus kita koordinasikan bersama untuk percepatan pembangunan KKMP. Kewenangan pemkot adalah menyiapkan lahannya,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 5 Mei 2026.
Bachtiar mengungkapkan, berdasarkan pembagian wilayah dari Korem 052 Wijayakrama, terdapat target 14 titik pembangunan di wilayah Kodim 0506, masing-masing tujuh titik untuk Kota Tangerang dan tujuh titik untuk Kota Tangsel. Namun hingga kini, Kota Tangsel baru memiliki dua titik lahan yang sudah digunakan.
“Artinya kita masih perlu percepatan pendataan lahan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, selama ini pencarian lahan masih berfokus pada aset milik pemerintah kota yang jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, pihaknya kini memperluas pencarian dengan membuka peluang penggunaan lahan milik pemerintah pusat, instansi vertikal, pemerintah provinsi, hingga BUMN.
Pada tahap awal, pembangunan gerai KKMP mensyaratkan luas lahan antara 800 hingga 1.000 meter persegi. Salah satu perkembangan terbaru, Pemkot Tangsel tengah mengajukan permohonan pemanfaatan lahan milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kelurahan Kademangan.
“Saat ini Wali Kota sedang mengajukan izin ke BRIN agar lahan tersebut bisa digunakan sebagai lokasi pembangunan KKMP,” jelasnya.
Dari total 54 KKMP yang ada di Kota Tangsel, sebanyak 36 sudah aktif. Namun, baru dua yang memiliki gedung sendiri, yakni di wilayah Pondok Aren dan Jurang Mangu Barat.
Bachtiar menambahkan, jika lahan telah tersedia, pembangunan akan dilakukan oleh Kementerian Koperasi bekerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara dan TNI. Dalam skema ini, TNI bertugas sebagai pelaksana pembangunan, sementara pengelolaan anggaran dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
“Target awal minimal satu kecamatan sudah ada pembangunan KKMP,” ungkapnya.
Selain lahan BRIN, beberapa lokasi lain juga tengah diusulkan sebagai calon pembangunan. Namun, ia mengakui masih ada kendala di wilayah yang tidak memiliki lahan milik pemerintah maupun BUMN. “Harapannya ke depan ada solusi, karena idealnya setiap kelurahan atau desa memiliki satu titik KKMP,” tuturnya.
Secara nasional, program KKMP baru mencapai sekitar 35 ribu unit dari total target lebih dari 83 ribu. Pemerintah berharap wilayah perkotaan seperti Tangsel juga segera menemukan solusi percepatan agar target tersebut dapat tercapai. (*)
Reporter : Tri Budi










