Pembiasaan Sekolah Jadi Kunci Pembentukan Adab Siswa SDN Cipondoh 3

Guru SDN Cipondoh 3 Kota Tangerang menyambut kedatangan siswa saat pagi hari. Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/bantenekspres.co.id

CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID – Upaya membentuk karakter dan adab siswa, terus diperkuat oleh SDN Cipondoh 3 melalui berbagai pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Sekolah meyakini, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan akhlak mulia sebagai bekal utama siswa di masa depan.

Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Syamsul, Humas SDN Cipondoh 3 Kota Tangerang. Ia menjelaskan pembentukan adab siswa dilakukan melalui kebiasaan sederhana. Salah satunya adalah kegiatan salaman bersama guru, yang rutin dilaksanakan setiap hari, khususnya setelah upacara bendera setiap Senin.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tradisi salaman tersebut menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara siswa dan guru sekaligus menanamkan sikap hormat sejak dini. “Setiap Senin setelah upacara, siswa bersalaman kepada guru satu per satu. Ini menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka,” ujarnya saat diwawancarai oleh bantenekspres.co.id, Senin 27 April 2026.

Ia menegaskan, tujuan utama pendidikan bukan hanya membuat siswa cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Sekolah memandang keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan adab sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan.

“Harapan saya, selain anak menguasai ilmu pendidikan, yang paling terpenting adalah mereka memiliki akhlak. Karena ilmu tinggi tanpa didasari akhlak akan sia-sia,” ungkapnya.

Selain kegiatan salaman, sekolah juga menerapkan budaya penyambutan siswa setiap pagi. Guru-guru hadir lebih awal untuk menyapa, dan menyambut kedatangan siswa di gerbang sekolah sebagai bentuk keteladanan sekaligus penanaman nilai sopan santun.

Syamsul menilai, kegiatan ini menjadi momen awal yang positif bagi siswa sebelum memulai pembelajaran di kelas. Interaksi sederhana ini diyakini mampu menumbuhkan rasa nyaman, kedisiplinan, dan sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.

Tak hanya itu, sekolah juga mengimplementasikan budaya 5S, yakni Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun. Dikatakan Syamsul, program ini diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari baik di dalam maupun di luar kelas.

“Melalui budaya 5S, diharapkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam diri siswa hingga di luar lingkungan sekolah. Dengan pembiasaan ini dilakukan terus-menerus, nilai karakter siswa juga, diharapkan tertanam dalam perilaku siswa sehari-hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, melalui berbagai program pembiasaan tersebut, sekolah optimistis dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat. Pembentukan adab sejak dini menjadi investasi penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang berbudaya dan berakhlak mulia. (*)

Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi

Pos terkait