Dorong Siswa Berprestasi, SMPN 10 Tangerang Wajibkan Program Satu Siswa Satu Ekskul

Lapangan SMPN 10 Kota Tangerang, yang digunakan sebagai pusat kegiatan ekstrakurikuler siswa. Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/bantenekspres.co.id

CIPONDOH,BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 10 Tangerang terus berkomitmen dalam mengembangkan potensi non akademik siswanya melalui kebijakan strategis. Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang ini mewajibkan seluruh siswa, khususnya bagi peserta didik baru, untuk mengikuti minimal satu bidang kegiatan ekstrakurikuler (ekskul).

Humas SMPN 10 Tangerang, Muniroh, menjelaskan kebijakan ini bertujuan agar setiap siswa memiliki wadah untuk mengasah minat, dan bakat siswa sejak dini. Ia mengakui, pihak sekolah telah mendorong siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler guna membentuk prestasi siswa di masa depan.

Bacaan Lainnya

“Kita motivasi, kita dorong, kita wajibkan pokoknya setiap siswa wajib mengikuti atau memilih minimal satu ekskul, boleh lebih dari satu,” ujar Muniroh saat diwawancarai oleh bantenekspres.co.id, Senin 27 April 2026.

Ia menilai, langkah ini dirasa sangat krusial, terutama saat memasuki tahun ajaran baru. Sekolah memanfaatkan masa pengenalan lingkungan sekolah atau MOS untuk menampilkan seluruh bidang ekskul yang ada. Melalui demonstrasi tersebut, para siswa kelas 7 diharapkan dapat lebih mudah menentukan pilihan sesuai dengan kegemaran masing-masing.

Menurut Muniroh, antusiasme siswa di tingkat awal biasanya sangat tinggi. Namun, tantangan mulai muncul ketika siswa menginjak kelas 8 dan 9, di mana rasa malas sering kali menjadi kendala untuk tetap aktif berorganisasi di hari libur.

“Kalau kelas 7 mereka masih nurut. Pas sudah kelas 8 mulai ada yang malas, ada yang mengatakan, hari Sabtu ngapain ke sekolah? Enakan di rumah, kan ada yang begitu,” ungkapnya.

Meski demikian, bagi siswa yang memiliki semangat tinggi, kegiatan ekskul tetap menjadi prioritas hingga menjelang kelulusan. Hal ini terbukti dari konsistensi beberapa cabang ekskul yang terus mencatatkan prestasi membanggakan, seperti PMR, Pramuka, Taekwondo, Silat, Futsal, Voli, hingga Paskibra.

Ia menyebut, salah satu capaian terbaru yang membanggakan adalah keberhasilan tim PMR SMPN 10 Tangerang yang berhasil menyabet gelar juara.

“PMR mah sering dapat juara, terakhir juara tiga tingkat kota. Bahkan se-Tangerang Raya pernah juara satu sampai kita dapat piala yang tinggi itu,” kata Muniroh.

Tidak hanya PMR, ekskul Pramuka juga telah menembus kancah nasional. Prestasi-prestasi di bidang non-akademik ini terbukti memberikan dampak nyata bagi masa depan siswa, khususnya saat mereka akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui jalur prestasi.

“Alhamdulillah sih, yang masuk lewat jalur prestasi non-akademik pakai piagam Pramuka, pada dapat di SMA Negeri,” tuturnya.

Hal ini memperkuat pandangan sekolah, kecerdasan siswa tidak hanya diukur dari nilai rapor di dalam kelas, tetapi juga dari keterampilan praktis yang mereka asah di luar jam pelajaran.

Lebih lanjut, terkait pengembangan jenis ekskul, pihak sekolah mengakui adanya tantangan dalam hal operasional dan ketersediaan pelatih. Dikatakan Muniroh, beberapa ekskul seperti Marawis, dan paduan suara saat ini sedang dalam tahap evaluasi dan pencarian pelatih baru agar dapat kembali aktif secara kontinu demi memenuhi minat siswa yang beragam. Ia menekankan, keseimbangan antara akademik dan non-akademik adalah kunci utama pendidikan.

“Anak-anak itu enggak cukup hanya di akademik saja. Non-akademik juga dihargai sekarang. Setiap manusia ada kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan kecerdasan non-akademik itulah yang harus kita apresiasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi

Pos terkait