MEKARBARU, BANTENEKSPRES.CO.ID – Puskesmas Mekar Baru menunjukkan komitmen dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya melalui pendampingan medis terhadap seorang mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial SA, warga Kampung Kedaung, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang.
SA menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan secara komprehensif dalam kunjungan tersebut. Pemeriksaan meliputi tes dahak serta penanganan keluhan gatal pada kulit yang dialaminya.
Selain itu, SA juga tengah menjalani pengobatan rutin terkait HIV. Kondisi tersebut memerlukan pemantauan intensif dari tenaga medis guna menjaga stabilitas kesehatannya.
Kepala UPTD Puskesmas Mekar Baru, dr. Riris, memimpin langsung proses pendampingan bersama tim medis. Kegiatan ini turut dipantau oleh Kasi Pemberdayaan Kecamatan Mekar Baru.
Pegiat sosial Marnan Sarbini yang ikut mengawal proses tersebut menegaskan bahwa pemulihan SA tidak hanya bergantung pada penanganan medis, tetapi juga dukungan sosial dari lingkungan sekitar.
“Bantuan dan dukungan sosial sangat dibutuhkan oleh SA dan keluarganya agar proses pemulihan berjalan maksimal,” ujar Marnan, Sabtu 25 April 2026.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjamin kesejahteraan mantan PMI yang membutuhkan perhatian khusus.
Pemerintah setempat bersama tenaga kesehatan dan pegiat sosial berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan medis maupun nonmedis bagi warga, termasuk mereka yang rentan secara kesehatan.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai HIV, dengan harapan dapat mengurangi stigma negatif terhadap penderitanya, khususnya mantan pekerja migran.
Sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat di Kecamatan Mekar Baru diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memberikan perlindungan serta layanan kesehatan yang adil dan tanpa diskriminasi. (*)










