Korsleting Listrik Dominan, BPBD Kota Tangerang Catat 62 Kasus Kebakaran Awal 2026

Korsleting Listrik Dominan, BPBD Kota Tangerang Catat 62 Kasus Kebakaran Awal 2026
BPBD Kota Tangerang mencatat hingga Maret 2026 sebanyak 62 kasus kebakaran yang terjadi di Kota Tangerang. Foto: Abdul Aziz/Bantenekspres.co.id

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Akhir-akhir ini peristiwa kebakaran di Kota Tangerang kerap terjadi. Sejak awal tahun 2026, angkanya cukup signifikan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan, pihaknya mencatat sebanyak 62 kasus kebakaran telah terjadi sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

Bacaan Lainnya

Ia menyebut, intensitas kebakaran tetap tinggi setiap bulannya dengan rata-rata 20 kejadian per bulan, pemicu utamanya terjadi korsleting listrik.

Berdasarkan data BPBD Kota Tangerang, pada Januari sebanyak 21 kasus. Begitu juga pada bulan Februari sebanyak 21 kasus. Kemudian pada Maret sebanyak 20 kasus. Dari peristiwa tersebut pemicunya didominasi korsleting listrik.

“Selain korsleting listrik ada juga kebocoran gas, ada juga puntung rokok. Seperti pada peristiwa kebakaran lapak limbah di beberapa lokasi,” ungkap Mahdiar, saat ditemui belum lama ini.

Kasus Terbaru, si jago merah melalap Gudang PT Star Cosmos, pada Kamis malam, 23 April 2026, sekira pukul 23.12 WIB.  Gudang penyimpanan sementara boks plastik milik PT Star Cosmos yang berlokasi di Kelurahan Poris Plawad Induk, Kecamatan Cipondoh, ludes terbakar.

Dikatakannya, peristiwa kebakaran gudang Cosmos tersebut penyebabnya diduga kuat akibat puntung rokok.

“Insiden kebakaran ini berbeda dengan mayoritas kasus sebelumnya yang dipicu oleh masalah listrik, kebakaran gudang Cosmos itu penyebabnya diduga kuat   akibat puntung rokok,” ujarnya.

Pada peristiwa kebakaran tersebut, pihaknya mengerahkan sedikitnya 8 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.

Api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke area manufaktur utama. Hingga saat ini, total kerugian materiil masih dalam tahap taksiran dan investigasi lebih lanjut.

Ia mengimbau agar masyarakat dan pelaku industri tetap mewaspadai dan melakukan pengecekan aliran jaringan listrik yang mendominasi menjadi penyebab kebakaran. Ia juga menekankan, untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Kami mengimbau supaya masyarakat secara rutin mengecek kelayakan instalasi listrik secara berkala. Memastikan penggunaan kabel yang sesuai dengan standar operasional. Kemudian tidak sembarangan membuang puntung rokok. terutama di area yang mudah terbakar,” imbuhnya.

“Kami juga melarang membakar sampah sembarangan, karena salah satu penyebab kebakaran dari membakar sampah terutama di Tempat pembuangan Sampah liat,” pungkasnya.(*)

Pos terkait