Polisi Sahabat Anak, Sat Lantas Polres Tangerang Selatan Tanamkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

Polisi Sahabat Anak, Sat Lantas Polres Tangerang Selatan Tanamkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
Anak-anak dari TK Syafana Graha Raya belajar mengatur lalu lintas saat berkunjung ke Polres Tangsel. Foto: Polres Tangsel For Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Satuan Lalu Lintas Polres Tangsel melakukan edukasi dan sosialisasi sejak dini kepada anak-anak tetang keselamatan berlalulintas. Sosialisasi dilakukan baik dengan mendatangi maupun menerima kunjungan dari sekolah.

Pada Jumat, 24 April 2026 Sat Lantas Polres Tangsel menerima kunjungan dari guru dan anak-anak TK Syafana Graha Raya. Kunjungan tersebut diterima Kanit Kamsel Iptu Nigia Gustri P Hapsari.

Bacaan Lainnya

Dalam suasana penuh keceriaan, personel Sat Lantas memberikan edukasi mengenai pengenalan profesi Kepolisian kepada anak-anak. Dengan pendekatan humanis, para siswa juga diajak mengenal berbagai rambu-rambu lalu lintas serta pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Danny Trisespianto Arif Sutarman mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Polisi Sahabat Anak (Polsanak).

“Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, serta membangun kedekatan antara Polri dengan anak-anak sejak dini,” ujarnya kepada wartawan, Jumat, 24 April 2026.

Danny berharap, dengan dengan kegiatan ini anak-anak dapat lebih mengenal tugas kepolisian sekaligus tumbuh menjadi generasi yang sadar akan pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

“Semoga anak-anak sejak dini paham dan tahu soal keselamatan berlalulintas,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Tangsel Iptu Nigia Gustri P Hapsari mengatakan, kunjungan yang dilakukan merupakan langkah baik untuk perkenalkan rambu rambu sejak dini, baik cara menyebrang dan lainnya. Tentu hasilnya tidak instan namun, akan terlihat beberapa tahun kedepan dan pihaknya ingin menanamkan tertib berlalulintas sejak dini.

“Saya sering sampaikan, kalau sedang berkendara dengan orang tua, terus melihat lampu merah diharapkan bilang agar berhenti. Ini pemahaman dasar dan diharapkan mereka jadi polisi cilik dan mengingatkan keluarga yang berkendara untuk tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Dengan kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri. “Polisi bukan lagi sosok yang menakutkan namun, menjadi sahabat anak dan masyarakat.

“Guru dan orang tua berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin karena bermanfaat bagi anak-anak. Mereka bisa belajar tentang banyak hal dan menjadi lebih berani,” tambahnya. (*)

Pos terkait