Prolanis Jadi Layanan Terfavorit, Labkesda Kota Tangsel Diminati Daerah Lain

Prolanis Jadi Layanan Terfavorit, Labkesda Kota Tangsel Diminati Daerah Lain
Kepala UPTD Labkesda Kota Tangsel Riki Hermawan. Foto: Tri Budi/Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tangsel kini telah menjadi salah satu rujukan nasional. Meski secara kelembagaan telah berdiri sejak 2010, pengembangan signifikan baru dilakukan pasca pandemi Covid-19.

Kepala UPTD Labkesda Kota Tangsel Riki Hermawan mengatakan, sebelumnya fasilitas Labkesda belum seperti saat ini.

Bacaan Lainnya

“Dulu fasilitasnya belum seperti sekarang. Setelah Covid-19, kami dibangun menjadi gedung lima lantai. Sejak itu kami terus berbenah,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Jumat, 24 April 2026.

Riki menambahkan, berkat pengembangan tersebut, Labkesda Kota Tangsel ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan sebagai laboratorium percontohan tingkat nasional. Menurutnya, penunjukan ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kalau ada daerah yang ingin belajar atau studi banding, biasanya diarahkan ke sini. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” tambahnya.

Ia mengaku, kunjungan dari berbagai daerah terus berdatangan, baik secara langsung maupun daring. Sejumlah daerah seperti Sumedang, Sukabumi, Subang, Purwakarta hingga Bandung Barat tercatat pernah melakukan studi banding ke Labkesda Tangsel.

“Kami terbuka untuk berbagi pengetahuan. Tujuannya untuk kemajuan bersama agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa semakin optimal,” jelasnya.

Selain menjadi rujukan nasional, Labkesda Kota Tangsel juga memiliki beragam layanan pemeriksaan, baik laboratorium medik maupun kesehatan masyarakat.

Riki menjelaskan, layanan laboratorium medik meliputi pemeriksaan hematologi, panel metabolisme karbohidrat, panel lemak, fungsi hati, fungsi ginjal, imunologi, identifikasi penyakit, faktor pembekuan darah, urinalisis hingga drug monitoring.

Sementara untuk layanan kesehatan masyarakat (kesmas), Labkesda melayani uji kualitas air bersih dan air minum, kualitas makanan dari cemaran mikroba maupun bahan berbahaya seperti formalin, boraks dan methanil yellow, serta kualitas udara dan uji kelayakan higiene.

“Untuk kegiatan laboratorium medik, kami melayani pemeriksaan rutin seperti rujukan Puskesmas, rujukan luar, medical check up (MCU), kegiatan Prolanis, hingga MCU narkoba. Kami juga menerima sampel dari beberapa klinik yang sudah bekerja sama,” tuturnya.

Dari berbagai layanan tersebut, program Prolanis menjadi yang paling banyak diminati masyarakat. Hal ini karena Labkesda bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam mendukung program Dinas Kesehatan.

“Kami melakukan jemput bola ke Puskesmas. Pasien Prolanis yang didiagnosis hipertensi dan diabetes melitus dikumpulkan, kemudian kami datang untuk mengambil sampel darah dan dibawa ke Labkesda,” tuturnya.

Dalam satu kunjungan, jumlah pasien yang diperiksa bisa mencapai 40 hingga 50 orang. Layanan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat, sementara pembiayaannya diklaim melalui BPJS.

Selain itu, pihaknya juga terlibat dalam pemeriksaan program SPPG yang saat ini tengah berjalan di wilayah Tangsel, khususnya dalam pengujian kualitas makanan agar terbebas dari bakteri, kuman, maupun zat berbahaya. (*)

Pos terkait