SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang menargetkan pendapatan sebesar Rp3,4 miliar pada tahun 2026. Target tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,95 miliar.
Kepala DinkopUKMperindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan bahwa sumber pendapatan berasal dari sewa Barang Milik Daerah (BMD), termasuk retribusi kios dan los di sejumlah pasar.
“Total target tahun ini Rp3,4 miliar, bersumber dari sewa BMD dan retribusi kios serta los,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu potensi pendapatan terbesar berasal dari Pasar Kepandean. Namun, untuk rincian kontribusi angkanya, masih mengacu pada data yang tersedia di internal dinas.
Hingga triwulan pertama, realisasi pendapatan baru mencapai sekitar 17 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut dinilai masih perlu digenjot agar target tahunan dapat tercapai. “Realisasi sampai triwulan pertama ini baru sekitar 17 persen,” katanya.
Untuk mengejar target, pihaknya menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya melakukan penyesuaian skema pendapatan dengan mengalihkan beberapa pos dari kategori retribusi menjadi sewa BMD.
Selain itu, optimalisasi potensi pendapatan juga dilakukan, termasuk dari kawasan Rau yang saat ini tengah dalam proses pengambilalihan. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru, baik dari retribusi maupun sewa kios yang dikelola secara lebih maksimal.
“Rau akan kita optimalkan agar bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, DinkopUKMperindag optimistis target pendapatan tahun ini dapat tercapai meski mengalami kenaikan sekitar 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (*)










