11 Warga Binaan Lapas Tangerang Jadi Pencuci Ompreng di SPPG Babakan

11 Warga Binaan Lapas Tangerang Jadi Pencuci Ompreng di SPPG Babakan
Warga binaan Lapas Kelas 1 Tangerang, diberdaya drkan menjadi relawan pencuci ompreng di SPPG Babakan, Kecamatan Tangerang

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, memberdayakan belasan warga binaan Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang. Mereka menjadi relawan pencuci ompreng tempat makanan Bergizi Gratis.

Dapur SPPG Babakan tersebut berlokasi di dalam area Lapas Kelas 1 Tangerang. Para warga binaan yang telah mendapatkan remisi dan akan segera kembali ke masyarakat ini ditugaskan untuk membantu SPPG tersebut di bagian pencucian ompreng.

Bacaan Lainnya

“Ada 11 warga binaan yang dilibatkan SPPG di Babakan menjadi relawan pencuci ompreng,” kata Head Chef dapur SPPG Babakan, Kuming, Jumat, 24 April 2026.

Ia menyampaikan, kolaborasi ini dilakukan melalui proses seleksi yang ketat oleh pihak Lapas. Hal ini menjadi gambaran upaya yang menggabungkan pelayanan gizi dan pemberdayaan sosial dalam operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami bekerja sama dengan Lapas, sehingga kami bisa memberdayakan 11 orang warga binaan,” kata Kuming.

Ia menegaskan, para warga binaan tersebut tidak diperkenankan menyentuh makanan maupun menggunakan peralatan tajam selama bekerja. Oleh karenanya, belasan warga binaan tersebut tetap berada di bawah pengawasan ketat petugas Lapas.

“Tentunya dalam pengawasan ketat oleh petugas Lapas. Mereka ini bekerja mulai dari jam 2 siang, bahkan mereka pernah lembur sampai jam 2 pagi. Pihak sipir 4-5 orang masih tetap standby di sini. Jagain di pintu depan, di pintu belakang, sama di jendela gitu. Jadi insya Allah aman,” jelasnya.

Meski berada dalam pengawasan ketat, Chef Kuming menilai kinerja para warga binaan sangat baik, terutama dalam menjaga kebersihan dan kerapian. “Entah gimana mungkin mereka sudah terbiasa disiplin gitu. Omprengnya ini saya bilang bersih sangat, clean banget,” ungkapnya.

Ia mengaku beberapa kali melihat di SPPG lain pada pagi hari, ompreng masih basah dan harus dilap ulang. Sementara di dapurnya, seluruh ompreng dalam kondisi kering. “Jadi ini luar biasa sih buat binan LAPAS ini. Ini keren,” sambungnya.

Kuming menambahkan, sebelum mulai bekerja, para warga binaan terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai standar operasional pencucian ompreng. Mulai dari proses pembilasan, pencucian dengan sabun, pembilasan ulang, pengeringan, hingga sterilisasi dan penataan.

Ia berharap keterlibatan warga binaan ini tidak hanya membantu operasional dapur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pemberdayaan. Upaya ini diharapkan dapat menyiapkan mental dan psikologis warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.(*)

Pos terkait