TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SDN Daan Mogot 1, Kecamatan Tangerang, berlangsung dengan lancar dan tertib. Meski dihadapkan pada sejumlah tantangan fasilitas, semangat kolaborasi antara pihak sekolah dan tenaga pendidik berhasil memastikan ujian bagi puluhan siswa kelas enam berjalan tanpa kendala.
Kepala Sekolah SDN Daan Mogot 1, Fitriah Astuti, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran proses ini sejak hari pertama dimulai. “Masalah TKA juga kita baru tahun ini melaksanakan TKA. Alhamdulillah guru-guru kelas 6 tanggap masalah untuk persiapan,” ujar Fitriah kepada bantenekspres.co.id, Senin 20 April 2026.
Dalam pelaksanaannya, sekolah harus mengatur strategi khusus terkait ketersediaan perangkat teknologi. Fitriah mengungkapkan, jumlah komputer yang dimiliki sekolah saat ini masih terbatas untuk mencakup seluruh peserta dalam satu waktu.
“Kita memang persediaan dari komputer 15 komputer sekolah. Jadi kita punya kekurangan ya, jadi kita pinjam komputer guru-guru atau laptop guru-guru,” jelasnya.
Kekurangan perangkat tersebut tidak
menjadi penghalang untuk sekolah. Fitriah menegaskan, berkat kerelaan para guru yang meminjamkan laptop pribadi mereka demi kepentingan siswa. “Jadi kita menggunakan komputer guru-guru untuk membantu agar lancarnya TKA ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, untuk menyiasati rasio antara jumlah perangkat dan jumlah siswa, pihak sekolah menerapkan sistem pembagian waktu atau sesi yang cukup padat. Strategi ini diambil agar seluruh siswa mendapatkan fasilitas yang layak selama pengerjaan soal.
Dikatakan Fitriah, jadwal ujian pun dimulai sejak pagi buta hingga sore hari guna menampung total 87 siswa yang terdaftar sebagai peserta TKA tahun ini. “Ada 4 sesi yakni dari jam 07.00 sampai jam 08.45 WIB ini sesi pertama, kemudian sesi kedua jam 09.15 sampai jam 11.00 WIB. Kemudian, sesi ketiga jam 11.30 sampai jam 13.15 ya, terakhir, jam 13.45 sampai jam 15.30 WIB,” ungkapnya.
Meski solusi sementara telah ditemukan melalui pinjaman laptop guru, Fitriah tetap menaruh harapan besar pada peningkatan fasilitas sekolah di masa mendatang. Ia menekankan, keterbatasan fisik bangunan maupun fasilitas tidak boleh mematahkan semangat inovasi di sekolah.
“Jangan sampai sesuatu yang sedikit, dapat menghambat kita untuk melakukan kegiatan yang ada di sekolah. Walaupun ada mungkin tadi gedung kita perpustakaan belum ada, tapi untuk kelanjutannya program-program yang sudah ada kita lanjutkan,” tutupnya. (*)
Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi











