TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Banten menyatakan dukungannya terhadap wacana peningkatan gaji guru minimal Rp5 juta per bulan. Gagasan tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk memperbaiki kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Ketua DPD GMNI Banten Endang Kurnia menilai usulan yang sebelumnya disampaikan Bonnie Triyana bukan sekadar wacana, melainkan bentuk dorongan moral dan politik agar negara lebih serius memperhatikan nasib guru.
Menurutnya, selama ini masih terjadi ketimpangan kesejahteraan antara guru aparatur sipil negara (ASN) dan honorer. Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan amanat konstitusi yang menempatkan pendidikan sebagai sektor strategis.
“Ini bukan hanya soal kemampuan anggaran, tetapi soal keberpihakan negara. Guru memikul tanggung jawab besar mencerdaskan bangsa, namun kesejahteraan mereka masih jauh dari layak,” ujarnya, Rabu 15 April 2026.
Ia menyebut peningkatan gaji guru sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Dengan kesejahteraan yang memadai, diharapkan kualitas pendidikan dapat meningkat dan mampu mencetak generasi yang lebih kompetitif.
Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk membuka ruang pembahasan lebih luas terkait standar gaji ideal bagi guru. Salah satu usulan yang mengemuka datang dari Once Mekel yang menyebut angka Rp15 juta sebagai standar yang layak.
Ia menilai, langkah tersebut penting untuk mengembalikan martabat profesi guru agar kembali diminati generasi muda.
“Sudah saatnya negara hadir secara utuh, termasuk menghapus status honorer yang selama ini cenderung eksploitatif serta memberikan jaminan kesejahteraan tanpa diskriminasi,” katanya.(*)
Reporter: Asep Sunaryo.











