TELUKNAGA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Akses utama yang menghubungkan wilayah Pakuhaji dan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, kini tengah menjalani perbaikan menyeluruh.
Jembatan Kali Baru yang menjadi urat nadi ekonomi warga tersebut terpaksa dibatasi aksesnya akibat penurunan kualitas struktur yang signifikan.
Jembatan yang dibangun sejak tahun 198 ini dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat faktor usia. Tercatat, sejak berdiri lebih dari empat dekade lalu, jembatan ini baru satu kali menyentuh tahap perbaikan.
Pelaksana Teknis Wilayah Tangerang Utara dari PU UPT Provinsi Banten Abdul Rahim mengungkapkan, saat ini petugas di lapangan tengah fokus pada tahap awal rekonstruksi.
“Saat ini pengerjaan difokuskan pada pembobokan lantai di segmen dua. Estimasi pengerjaan memakan waktu antara satu setengah hingga dua bulan,” ujar Abdul Rahim saat meninjau lokasi, Rabu, 15 April 2026.
Mengingat kondisi beton yang sudah memprihatinkan, pihak berwenang menetapkan aturan ketat terkait tonase kendaraan. Kendaraan di atas 8 ton dilarang keras melintas. Kendaraan besar yang nekat melintas akan diputar balik oleh petugas gabungan di lapangan.
Pihak PU UPT Provinsi Banten telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengatur arus lalu lintas. Masyarakat diminta mencari jalur alternatif karena penyempitan jalan telah memicu kemacetan parah.
“Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk menghindari Jembatan Kali Baru karena terjadi kemacetan kronis dari jam ke jam selama masa perbaikan,” tambah Abdul.
Langkah perbaikan ini mendapat apresiasi dari warga setempat. Ray Sukari, pegiat lalu lintas di Kabupaten Tangerang bagian Utara berterima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni atas respon cepat terhadap keluhan warga.
“Jalur ini jalur ekonomi yang sangat padat. Kami berharap perbaikan bisa dipercepat, kalau bisa 24 jam supaya target dua bulan bisa selesai dalam satu bulan, dengan catatan kualitas tetap terjaga,” tutur Ray.
Menurutnya, jembatan warisan era pertanian ini memang sudah tidak layak menahan beban kendaraan industri modern. Selama masa perbaikan, hanya mobil pribadi dan kendaraan dengan muatan rendah yang diperbolehkan melintas demi menjaga keamanan bersama. (*)
Reporter: Zakky Adnan











