MAUK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan darurat di tingkat desa, Pemerintah Kecamatan Mauk menggelar kegiatan sosialisasi dan penguatan kompetensi Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi para pengelola layanan Ambulans Desa dan Kelurahan.
Acara yang merupakan implementasi dari program unggulan Bupati Tangerang, yaitu Program Talenta Unggul Generasi Sehat (Tunas), ini berlangsung di Aula Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis, 11 Juni 2026.
Camat Mauk Angga Yulyantono membuka secara resmi kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB hingga 12.00 WIB tersebut.
Dalam laporannya, Angga menyampaikan, sinergi antara pengemudi ambulans dan kader kesehatan sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa warga di masa kritis.
”Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi seluruh stakeholder pengelola Ambulans Desa. Kita ingin memastikan bahwa saat terjadi situasi gawat darurat, petugas kita di lapangan sudah siap dan tanggap,” ujar Angga Yulyantono.
Untuk memastikan materi tersampaikan dengan baik, Kecamatan Mauk menggandeng tim ahli dari UPTD PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang yang menerjunkan 5 orang narasumber berkompeten.
Sebanyak 48 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari:
24 orang driver ambulans desa/kelurahan. 24 orang kader kesehatan dari 12 desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kecamatan Mauk.
Tidak hanya mendengarkan paparan teori, para driver dan kader juga diwajibkan mengikuti simulasi praktik langsung. Mereka dilatih melakukan penanganan pertama pada pasien gawat darurat, mulai dari teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) hingga SOP evakuasi pasien yang benar menggunakan ambulans desa.
Melalui Program Tunas ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap seluruh armada Ambulans Desa tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi medis, melainkan menjadi unit pertolongan pertama yang responsif dan profesional di tengah masyarakat. (*)
Reporter: Zakky Adnan











