Jelang Idul Adha, Puskesmas Tigaraksa Ingatkan Warga Bijak Konsumsi Daging Kurban

Pedagang sapi dan kambing musiman mulai muncul menjelang idul adha mendatang. Randy/Bantenekspres.co.id

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Menjelang perayaan Idul Adha, Puskesmas Tigaraksa mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai penyakit yang kerap muncul akibat pola konsumsi makanan yang tidak terkontrol, khususnya konsumsi daging kurban secara berlebihan.

Kepala Puskesmas Tigaraksa, dr. Tuti, mengatakan bahwa setiap tahun setelah Idul Adha, fasilitas kesehatan biasanya mengalami peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan penyakit tidak menular yang dipicu oleh pola makan tinggi lemak dan protein hewani.

Bacaan Lainnya

“Momentum Idul Adha memang identik dengan konsumsi daging sapi dan kambing. Namun masyarakat perlu memahami bahwa konsumsi daging secara berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan,” ujar dr. Tuti kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 8 April 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah penyakit yang paling sering ditemukan setelah perayaan Idul Adha di antaranya kolesterol tinggi, asam urat, gangguan pencernaan seperti sembelit maupun diare, hipertensi, hingga meningkatnya risiko penyakit jantung. Lonjakan kasus tersebut umumnya terjadi karena perubahan pola makan secara mendadak, di mana masyarakat mengonsumsi daging dalam jumlah besar dalam waktu singkat tanpa diimbangi pola makan sehat.

“Biasanya masyarakat jarang makan daging setiap hari, tetapi saat Idul Adha konsumsi bisa berlebihan. Ditambah lagi cara pengolahan yang banyak menggunakan santan, minyak, dan garam, sehingga risiko penyakit meningkat,” jelasnya.

Tuti menegaskan, bahwa daging kurban tetap memiliki nilai gizi yang baik apabila dikonsumsi secara bijak dan tidak berlebihan. Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip gizi seimbang selama perayaan Idul Adha.

“Kami tidak melarang makan daging, tetapi porsinya harus diatur. Konsumsi secukupnya, imbangi dengan sayur, buah, serta perbanyak minum air putih,” katanya.

Selain itu, ia juga menyarankan masyarakat untuk menghindari mengonsumsi daging secara berturut-turut dalam beberapa hari serta mengurangi makanan berlemak tinggi.

“Penting juga untuk tetap beraktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki atau olahraga ringan, agar metabolisme tubuh tetap baik,” tambahnya.

Tuti juga mengingatkan, kelompok masyarakat yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, maupun gangguan jantung agar lebih berhati-hati dalam mengatur pola makan selama Idul Adha.

“Bagi warga yang sudah memiliki riwayat penyakit, sebaiknya lebih selektif dalam memilih makanan. Jangan sampai momen kebersamaan justru menimbulkan masalah kesehatan,” tegasnya.

Puskesmas Tigaraksa, lanjutnya, siap memberikan layanan konsultasi kesehatan bagi masyarakat yang ingin mengetahui kondisi kesehatannya sebelum maupun setelah perayaan Idul Adha.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap merayakan Idul Adha dengan sehat dan bijak. Nikmati kebersamaan, tetapi tetap jaga pola makan agar tubuh tetap sehat,” tutupnya. (*)

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait