Kunjungi Kota Tangsel, GM Maurice Ashley Beri Pesan ke Pecatur Muda

Kunjungi Kota Tangsel, GM Maurice Ashley Beri Pesan ke Pecatur Muda
GM catur asal Amerika Serikat, Maurice Ashley (tengah) didampingi Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah dan Ketua Pelaksana Chess for the Next Generation, Chandra Syahriar dan lainnya foto bersama seusai membagikan pengalaman dan pelajaran hidup melalui permainan catur kepada generasi muda di Kota Tangsel. Percasi Tangsel For Bantenekspres.co.id

PONDOK AREN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Grandmaster (GM) catur asal Amerika Serikat, Maurice Ashley, membagikan pengalaman dan pelajaran hidup melalui permainan catur kepada generasi muda di Kota Tangsel.

Hal itu disampaikan Ashley saat menghadiri kegiatan Chess for the Next Generation yang digelar di Nongkitiam Bintaro, Pondok Aren, Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan tersebut diinisiasi komunitas pecinta catur bersama Percasi Banten dan Percasi Kota Tangsel.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan itu, Ashley bertemu langsung dengan atlet dan komunitas catur muda. Ia juga mengikuti bincang mengenai catur, duel eksibisi, serta berbagi pengalaman selama menekuni olahraga tersebut.

Ashley mengatakan, catur tidak hanya mengajarkan cara memenangkan pertandingan. Menurutnya, permainan tersebut dapat melatih seseorang untuk berpikir sebelum mengambil keputusan.

“Catur lebih dari sekadar permainan. Catur mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, berpikir, menganalisis situasi, dan memahami bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi,” ujarnya, Sabtu, 26 September 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah kemampuan yang dilatih melalui catur seperti fokus, konsentrasi, disiplin berpikir, menyusun strategi, memecahkan masalah dan mengambil keputusan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ashley juga mengingatkan pentingnya menjadikan kekalahan sebagai bagian dari proses belajar. Menurutnya, seorang pemain tidak akan berkembang jika hanya berorientasi pada kemenangan.

Pesan tersebut juga menjadi bagian dari buku karyanya berjudul Move by Move: Life Lessons On and Off the Chessboard, yang mengangkat berbagai pelajaran kehidupan dari pengalaman lebih dari empat dekade bermain catur.

“Saya sangat senang melihat antusiasme terhadap catur di Indonesia dan bisa berbagi pengalaman dengan generasi muda di sini. Saya berharap semakin banyak anak muda Indonesia yang mengenal catur, menikmatinya, dan mendapatkan manfaat darinya untuk masa depan mereka,” tambahnya.

Maurice Ashley sendiri mencatat sejarah dunia catur pada 1999 setelah meraih gelar Grandmaster. Ia dikenal sebagai Grandmaster kulit hitam pertama di dunia. Selain sebagai pecatur, Ashley juga aktif sebagai pelatih, komentator, penulis dan edukator.

Dalam kesempatan tersebut, Ashley menceritakan bagaimana dirinya mulai serius menekuni catur saat remaja di Brooklyn, New York. Perjalanannya menjadi Grandmaster dilalui melalui latihan panjang, menghadapi lawan yang lebih kuat, mengalami kekalahan dan terus memperbaiki diri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah yang juga dikenal sebagai pecinta catur. Ia berharap semakin banyak anak muda di Banten mengenal olahraga tersebut.

“Catur bukan hanya berbicara mengenai menang atau kalah. Anak-anak belajar fokus, sabar, menyusun strategi, dan mengambil keputusan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Chess for the Next Generation, Chandra Syahriar, mengatakan kehadiran Ashley menjadi kesempatan bagi komunitas catur untuk mendapatkan inspirasi langsung dari Grandmaster dunia.

“Kami ingin memanfaatkan kesempatan langka kehadiran GM Maurice Ashley di Indonesia untuk memberikan inspirasi langsung kepada anak-anak dan komunitas catur. Maurice mempunyai perjalanan hidup yang luar biasa dan menunjukkan bahwa nilai catur jauh melampaui papan permainan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dikemas secara santai dengan menghadirkan konten kreator catur Mat Sekak sebagai moderator. Ashley turut berinteraksi dengan peserta dan menjajal permainan catur secara langsung.

Melalui Chess for the Next Generation, para penggagas berharap catur semakin dekat dengan generasi muda, tidak hanya sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai sarana melatih pola pikir, kesabaran, strategi dan kemampuan mengambil keputusan. (*)

Pos terkait