Jembatan Kalibaru Tangerang Retak, UPTD PJJ Banten Gerak Cepat Lakukan Perbaikan Darurat

UPTD PJJ Tangerang Dinas PUPR Banten gerak cepat perbaiki Jembatan Kalibaru yang retak di ruas Mauk-Teluknaga. Foto: UPTD PJJ Tangerang DPUPR Banten

TELUKNAGA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Tangerang pada Dinas PUPR Provinsi Banten bertindak taktis merespons kerusakan infrastruktur.

Langkah cepat diambil dengan menangani keretakan yang terjadi pada Jembatan Kalibaru, ruas jalan Mauk-Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Bacaan Lainnya

Kepala UPTD PJJ Tangerang H. Hamdan, turun langsung ke lokasi untuk memimpin proses penanganan darurat.

Menurutnya, respons kilat ini krusial demi menjamin keamanan warga dan memastikan mobilitas tidak terhambat dalam jangka panjang.

“Saya langsung kerahkan tim tenaga kerja untuk mengantisipasi retakan jembatan ini agar tidak semakin parah,” tegas Hamdan saat memantau pengerjaan di lokasi.

Mengingat pentingnya aspek teknis dan keselamatan, Hamdan mengimbau para pengguna jalan untuk sementara waktu menghindari area jembatan.

Pengalihan arus diperlukan agar tim di lapangan dapat bekerja secara maksimal tanpa gangguan beban kendaraan.

“Kami berharap pengguna jalan mencari jalan alternatif untuk sementara waktu. Hal ini diperlukan agar penanganan teknis di lapangan bisa berjalan maksimal,” tambahnya.

Kondisi Jembatan Kalibaru ini turut mendapat perhatian dari aktivis lokal Teluknaga, Ray Sukari.

Ia menilai kerusakan tersebut merupakan hal yang tak terelakkan mengingat status jembatan yang sudah cukup tua.

“Jembatan ini memang sudah uzur. Wajar jika muncul retakan karena volume lalu lintas di sini sangat padat selama 24 jam penuh,” jelas Ray, yang juga dikenal aktif mengawal kebijakan Perbup Nomor 12 Tahun 2021.

Ray juga mengajak masyarakat untuk bersabar dan kooperatif dengan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Kesadaran masyarakat untuk mencari rute alternatif sangat membantu agar perbaikan akses vital ini bisa cepat rampung dan kembali digunakan secara normal. (*)

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait