Hadirkan Eco Bin, ALVAboard Dorong Infrastruktur Pemilahan Sampah dari Sumber

Hadirkan Eco Bin, ALVAboard Dorong Infrastruktur Pemilahan Sampah dari Sumber
Pengolahan sampah dipilah dari sumber (rumah tangga). Foto Istimewa

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pengelolaan sampah di Indonesia mulai bergeser dari pola kumpul, angkut, dan buang menuju pemilahan serta pengurangan sampah sejak dari sumber.

Perubahan ini membuat kebutuhan terhadap infrastruktur pemilahan semakin penting. Rumah tangga, perkantoran, kawasan industri, pusat perbelanjaan, fasilitas pendidikan, rumah sakit hingga ruang publik kini dituntut mampu mengelola sampah secara lebih terstruktur.

Bacaan Lainnya

Pemilahan sejak sumber dinilai dapat meningkatkan kualitas material yang dapat didaur ulang, mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Arah tersebut diperkuat melalui berbagai kebijakan pemerintah, antara lain Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, PP Nomor 81 Tahun 2012, Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Jakstranas Pengelolaan Sampah, serta kebijakan pengurangan sampah oleh produsen.

Namun, penerapan pemilahan di lapangan tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan kesadaran. Ketersediaan fasilitas yang tepat juga menjadi bagian penting agar sistem berjalan konsisten.

Wadah pemilahan yang mudah rusak, sulit dipindahkan, tidak memiliki penanda kategori yang jelas, atau tidak sesuai dengan intensitas penggunaan dapat menghambat penerapan sistem yang telah dibangun.

ALVAboard Hadirkan Eco Bin

Melihat kebutuhan tersebut, ALVAboard, produsen solusi berbahan Polypropylene (PP) Corrugated Board, mengembangkan Eco Bin sebagai salah satu solusi infrastruktur pemilahan sampah dari sumber.

Chief Marketing Officer (CMO) ALVAboard, Christabelle Priscilla, mengatakan keberhasilan pengelolaan sampah perlu didukung perubahan perilaku sekaligus fasilitas yang memadai.

“Kesadaran masyarakat merupakan fondasi penting dalam pengelolaan sampah. Namun ketika semakin banyak institusi mulai menerapkan pemilahan sampah dari sumber, kualitas fasilitas pendukung juga menjadi faktor yang menentukan keberhasilan implementasinya,” ujar Christabelle. Kamis 24 September 2026.

Menurutnya, kebutuhan terhadap fasilitas pemilahan kini semakin luas. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga perusahaan, kawasan industri, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, institusi pendidikan hingga penyelenggara kegiatan berskala besar.

Eco Bin dirancang menggunakan material Polypropylene Corrugated Sheet/Board (PP) yang memiliki karakteristik ringan, tahan air dan kelembapan, serta dapat digunakan berulang kali.

Material tersebut juga dapat didaur ulang setelah masa pakainya berakhir, sehingga sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular.

Salah satu keunggulan lainnya adalah desain knockdown atau flat-pack. Desain ini membuat Eco Bin lebih efisien untuk distribusi, penyimpanan dan mobilisasi, terutama bagi pengguna yang membutuhkan pengadaan dalam jumlah besar.

Eco Bin juga tersedia dalam pilihan warna sesuai kategori pemilahan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, termasuk penambahan identitas visual atau logo perusahaan.

Bagi organisasi yang menggunakan fasilitas pemilahan setiap hari, aspek ketahanan dan efisiensi juga menjadi pertimbangan penting.

Fasilitas dengan umur pakai lebih panjang berpotensi mengurangi frekuensi penggantian akibat kerusakan. Hal ini berkaitan dengan konsep total cost of ownership (TCO), yakni melihat biaya penggunaan secara keseluruhan sepanjang masa pakai produk, bukan sekadar harga pembelian awal.

Infrastruktur pemilahan juga dapat menjadi bagian dari penerapan program ESG (Environmental, Social, and Governance) perusahaan. Keberadaan fasilitas yang sesuai membantu mempermudah penerapan kebijakan lingkungan sekaligus membangun budaya pemilahan di lingkungan kerja.

Christabelle menambahkan, ketika pemilahan sampah telah menjadi bagian dari budaya organisasi, fasilitas yang digunakan perlu mampu mengikuti kebutuhan operasional.

“Infrastruktur yang tepat bukan hanya membantu proses pemilahan berjalan lebih efektif, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui daya tahan, efisiensi penggunaan, serta kemudahan pengelolaan sepanjang siklus pemakaiannya,” katanya.

Melalui Eco Bin, ALVAboard terus mendorong pemanfaatan material PP Corrugated sebagai solusi untuk berbagai kebutuhan industri, logistik, komersial, pendidikan hingga fasilitas publik.

Pendekatan tersebut menempatkan infrastruktur sebagai bagian penting dari keberhasilan pemilahan sampah, sehingga kebijakan pengelolaan sampah tidak berhenti pada aturan dan edukasi, tetapi dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. (*)

Pos terkait