Pengalaman Mudik Gratis: Nyaman Tapi Antrean Cek In Jadi Catatan

Foto rombongan asal Kabupaten Tangerang dengan tujuan Banyuwangi. Sumber foto: Istimewa. 

KABUPATEN TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Program mudik gratis yang diikuti warga Kabupaten Tangerang menuju Banyuwangi dinilai memberikan banyak kemudahan, terutama dalam menekan biaya perjalanan. Namun, di balik kenyamanan tersebut, pemudik mencatat adanya kendala pada proses cek in yang dinilai memakan waktu lebih lama dibanding tahun sebelumnya.

 

Bacaan Lainnya

Salah satu peserta mudik gratis, Rafiqul A’la, mengaku program ini sangat membantu, terutama dari sisi pengeluaran. Ia menyebut biaya perjalanan yang biasanya cukup besar bisa ditekan hingga setengahnya.

 

“Sangat terbantu banget, karena meminimalisir biaya ongkos. Bisa dibilang setengahnya, jadi sisanya bisa dipakai buat biaya hidup di kampung,” ujar Rafiqul pada Senin, (23/3/2026).

 

Menurutnya, secara keseluruhan pengalaman mengikuti mudik gratis tahun ini terbilang nyaman. Fasilitas yang diberikan juga cukup memadai, mulai dari konsumsi hingga fleksibilitas selama perjalanan.

 

“Sejauh ini pengalamannya enak, cuma pas awal cek in itu butuh waktu. Kita harus scan barcode dan antre,” katanya.

 

Rafiqul menjelaskan, antrean terjadi karena adanya perubahan sistem cek in berdasarkan wilayah tujuan. Jika sebelumnya peserta dikelompokkan berdasarkan kota tujuan, kini dikelompokkan berdasarkan provinsi tujuan, sehingga jumlah peserta dalam satu antrean menjadi lebih banyak.

 

“Sekarang cek in-nya berdasarkan provinsi tujuan, jadi yang tujuannya masih satu provinsi digabung. Dulu per kota tujuan, jadi lebih cepat,” ujarnya.

 

Selama perjalanan, peserta mudik juga mendapatkan fasilitas konsumsi. Rafiqul mengatakan, makanan diberikan saat awal keberangkatan, sementara minuman dibagikan di tengah perjalanan.

 

“Pas berangkat dapat nasi sekali, terus di tengah perjalanan juga dapat minum. Lumayan buat perjalanan jauh,” ucapnya.

 

Setibanya di daerah tujuan, peserta juga diminta melakukan laporan kedatangan dengan mengirimkan foto di titik tertentu yang berada tidak jauh dari rumah masing-masing.

 

“Pas sampai juga ada laporan foto di jalan utama dekat rumah masing-masing, jadi memang terpantau,” kata dia.

 

Selain itu, fleksibilitas perjalanan juga menjadi nilai tambah. Peserta diperbolehkan turun di titik yang masih sejalur dengan tujuan, sehingga memudahkan akses menuju rumah.

 

“Kita juga boleh berhenti di tengah perjalanan, jadi bisa menyesuaikan sama tempat tinggal. Itu enak sih,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Muhamad Najib

Pos terkait