IGD RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Minim Fasilitas, Pasien Terpaksa di Rawat di Lantai 

Sejumlah pasien terpaksa di rawat di lantai ruang IGD RSUD Adjidarmo Rangkasbitug, Senin 23 Maret 2026. Foto : A Fadilah/BantenEkspres.co.id 

RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten dikeluhkan keluarga pasien. Pasalnya, perawatan pasien IGD dilakukan di lantai beralaskan karpet plastik, karena keterbatasan tempat tidur (Bad) medis.

 

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi, lebih dari 20 orang pasien dilakukan perawatan di lantai akibat IGD bad tempat tidur pasien minim. Sehingga, hanya beberapa pasien saja yang dirawat menggunakan bad.

 

“Iya mau gimana lagi pak, kondisi tempat tidur pasien di IGD nya terbatas, sehingga perawatan dilakukan di lantai,” kata Tomi, petugas keamanan yang mengatur keluar masuk pasien di IGD RSUD Adjidarmo, Senin 23 Maret 2026.

 

Menurut Tomi, kondisi ini memang sudah lama bukan hanya Kali ini saja. Bahkan, untuk masuk ke ruang perawatan ada yang dua hari pasien baru bisa masuk ruangan perawat inap.

 

“Ruang Rawat inap penuh, sehingga pasien harus antre menunggu lama di ruang IGD,” ujarnya.

 

Laniut dia, kondisi tersebut juga terjadi karena meningkatnya jumlah warga yang sakit dan membutuhkan penanganan darurat dalam waktu bersamaan.

 

“Penanganan pasien di lantai dilakukan atas permintaan pasien dan keluarga yang ingin segera mendapatkan perawatan. Setelah kondisi membaik, pasien akan dipindahkan ke ruangan sesuai dengan jenis penyakitnya,” jelasnya.

 

Ia mengatakan, pasien yang datang ke IGD berbagai macam penyakit, mulai dari orang tua (lansia) hingga anak-anak.

 

“Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, tenaga medis tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal dan profesional kepada seluruh pasien,” kilahnya.

 

Yati, keluarga pasien dari Kecamatan Cikukur mengaku, sudah dua hari keponakannya ini di rawat di Lantai IGD RSUD Adjidarmo. Bahkan, untuk karpet terpaksa beli, karena RSUD tidak menyediakan.

 

“Ini mah bukan rumah sakit, ini mah persis kaya penampungan korban bencana, masa rumah sakit pemerintah kaya begini, engga punya cukup tempat tidur pasien, padahal kita di rawat bayar dengan BPJS,” ucapnya.(*)

 

Reporter : A Fadilah

Pos terkait