CIBADAK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak enam rumah warga di Kampung Pasir Malati, RT 02/RW 01, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten rusak berat satu rumah diantaranya ambruk akibat bencana tanah bergerak pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama sehingga membuat kondisi tanah menjadi labil. Selain itu, tingginya debit air Sungai Ciujung juga diduga memperparah kondisi tanah hingga memicu longsor di sekitar permukiman warga.
Akibatnya, beberapa rumah warga mengalami retakan pada dinding dan bangunan hingga akhirnya satu rumah dilaporkan ambruk.
“Iya ada lima rumah yang mengalami rusak berat dan satu rumah ambrukx kejdiannya sabtu siang kemarin, sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Aep Saepudin, warga Tambakbaya, Minggu 8 Maret 2026.
Menurut dia, rumah yang terdampak berada tidak jauh dari aliran Kali Ciujung serta tebing tanah sehingga rentan terkena dampak longsor.
“Pihak desa sudah turun ke lokasi dan melakukan pendataan untuk dilaporkan,” ujarnya.
Sementara itu, staf Desa Tambakbaya, Asep membenarkan bahwa terdapat lima rumah warga yang terdampak pergerakan tanah.
“Betul, ada lima rumah yang mengalami kerusakan berat dan satu rumah ambruk akibat longsor,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pihak desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak agar segera ditindak lanjut, agar bencana pergerakan tanah ini tidak meluas.
“Kami sedang menyiapkan surat permohonan bantuan kepada pemerintah daerah guna mempercepat penanganan terhadap warga terdampak. Kami berharap korban bencana ini bisa segera mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ucapnya.(*)











