TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang memastikan kesiapan penuh dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026. Tahapan ini telah dimulai dengan masa Pra-SPMB sejak Senin, 13 April 2026, yang seluruhnya dilaksanakan secara daring.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan infrastruktur aplikasi telah dioptimalkan untuk meminimalisasi kendala teknis. Ia juga menegaskan, tim teknis telah melakukan langkah antisipasi guna mencegah terjadinya gangguan peladen server down saat lonjakan pendaftaran terjadi.
“Aplikasi sudah siap, kompres PMB-nya sudah dijalani. Sejak tanggal 13 kemarin Pra-SPMB sudah dimulai. Mudah-mudahan tidak ada kendala (server), karena antisipasinya sudah dilakukan sebelumnya,” ujar Wahyudi saat diwawancarai bantenekspres.co.id, Rabu 15 April 2026.
Ia juga menjelaskan, mekanisme penilaian jalur prestasi akademik tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, seleksi tidak hanya mengandalkan nilai rapor, tetapi juga mengintegrasikan Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Menurutnya, kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kualitas seleksi peserta didik. Adapun komposisi penilaian akhir terdiri: 70 persen berasal dari rata-rata nilai rapor, dan 30 persen berasal dari hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA).
“Kalau dulu jalur prestasi akademik hanya dinilai dari rapor, sekarang ditambahkan dengan TKA. Keduanya dikompilasi untuk menentukan kelulusan dari sisi akademik,” jelas Wahyudi.
Selain itu, terkait aturan jalur zonasi/wilayah. Wahyudi menegaskan tidak adanya perubahan aturan. Wilayah pendaftaran masih tetap dibagi menjadi tiga zona utama, yaitu wilayah Timur, Tengah, dan Barat.
Disdik juga menetapkan standar daya tampung siswa per rombongan belajar (rombel) untuk menjaga kualitas belajar-mengajar. Dikatakan Wahyudi, untuk rombel SD Negeri yaitu 28 siswa per rombel, sedangkan untuk SMP Negeri 34 siswa per rombel. “Daya tampung kembali ke standar. Di SD Negeri 28, dan SMP Negeri 34 per rombel,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wahyudi mengimbau masyarakat untuk mengubah persepsi mengenai sekolah favorit. Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang telah menyetarakan standar kualitas di seluruh sekolah negeri.
“Semua sekolah itu unggulan. Kita berharap masyarakat memanfaatkan sekolah terdekat dan tidak lagi berfokus pada label sekolah favorit dalam memilih tujuan,” tutupnya. (*)
Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi











