Disdik Kota Tangerang Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Digitalisasi

Disdik Kota Tangerang Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Digitalisasi
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi usai kegiatan O2SN di Stadion Benteng Reborn. Foto Abdul Aziz/Bantenekspres.co.id

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui digitalisasi layanan. Terbaru, Disdik meluncurkan dua aplikasi, yakni SiPAUD PNF dan Cisadane, yang ditujukan untuk memperkuat pengawasan pendidikan serta layanan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Kepala Disdik Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar mengatakan, kedua aplikasi tersebut memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, aplikasi SiPAUD PNF dirancang sebagai sistem monitoring kinerja pengawas dan penilik sekolah. Melalui aplikasi ini, proses pelaporan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dilakukan secara digital dan terukur.

“SiPAUD PNF menjadi sarana untuk memantau kinerja pengawas dan penilik sekolah. Jadi tidak lagi menggunakan laporan manual, tetapi langsung melalui aplikasi,” ujarnya.

Wahyudi menjelaskan, aplikasi tersebut dilengkapi berbagai parameter dan indikator kinerja, termasuk pengukuran mutu pendidikan berdasarkan delapan standar nasional pendidikan. Selain itu, aplikasi juga memantau aspek manajemen operasional hingga tingkat sekolah.

Sementara itu, aplikasi Cisadane dikembangkan untuk mendukung penguatan sekolah inklusif dan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di Kota Tangerang.

Menurut Wahyudi, aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendataan anak berkebutuhan khusus, tetapi juga menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan yang melibatkan tenaga psikolog.

“Kami sudah membentuk ULD yang di dalamnya melibatkan psikolog untuk memberikan pelayanan. Ke depan, aplikasi ini menjadi jembatan konsultasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua,” katanya.

Melalui aplikasi tersebut, berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikan inklusif diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat dan tepat.

Wahyudi menambahkan, kedua aplikasi tersebut telah melewati tahap uji coba dan kini siap digunakan oleh masyarakat maupun internal Disdik Kota Tangerang.

“Alhamdulillah sudah melalui proses trial and error dan saat ini sudah terintegrasi dengan aplikasi Tangerang Live,” ujarnya.

Meski demikian, Disdik Kota Tangerang akan terus melakukan penyempurnaan sistem agar manfaat kedua aplikasi tersebut semakin optimal bagi dunia pendidikan di Kota Tangerang. (*)

Pos terkait