Menjaga Malam di Sepatan: Cara Polsek Sepatan Pastikan Warga Tidur Nyenyak Tanpa Begal

Menjaga Malam di Sepatan: Cara Polsek Sepatan Pastikan Warga Tidur Nyenyak Tanpa Begal
Polsek Sepatan menggelar razia stasioner dan patroli mobile untuk mengantisipasi begal, curanmor, dan narkoba demi menjaga kamtibmas tetap kondusif. Foto: Polsek Sepatan

SEPATAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Ketika sebagian besar warga Kecamatan Sepatan, mulai terlelap dalam mimpi, puluhan pasang mata justru baru saja memulai tugas berat mereka.

Di bawah langit malam Minggu yang dingin, 22 personel gabungan sudah berdiri tegap di halaman Polsek Sepatan, Jalan Raya Mauk KM 11, Kabupaten Tangerang.

Bacaan Lainnya

Waktu menunjukkan tepat pukul 01.00 WIB dini hari. Di bawah pimpinan langsung Kapolsek Sepatan AKP Fahyani dan didampingi Kanit Reskrim Ipda Arqi Afiandi apel kecil itu digelar.

Misinya satu, memastikan wilayah hukum Sepatan tetap aman, kondusif dan bebas dari gangguan kamtibmas (guantibmas).

“Kegiatan ini adalah komitmen kami dalam mengimplementasikan program Jaga Jakarta+ (Jaga Lingkungan, Jaga Warga, Jaga Amanah, Jaga Aturan). Kami ingin masyarakat merasa aman, bahkan di jam-jam paling rawan sekalipun,” ujar AKP Fahyani.

Usai arahan singkat, sirine mobil patroli mulai memecah keheningan malam. Menggandeng Pokdar Kamtibmas, tim gabungan langsung bergerak melakukan razia stasioner dan patroli mobile.

Fokus utamanya jelas, mengantisipasi aksi begal yang meresahkan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), peredaran narkoba, hingga penggunaan senjata tajam (sajam) oleh kelompok remaja yang kerap memicu tawuran.

Ada dua titik utama yang menjadi sasaran razia stasioner malam itu, yakni Kampung Cadas di Desa Karet dan Jalan Irigasi di Desa Kedaung Barat. Kedua lokasi ini dikenal strategis dan membutuhkan pengawasan ekstra pada jam rawan.

Tidak hanya berdiam di satu titik, tim juga bergerak menyisir rute patroli yang cukup panjang. Mulai dari Pertigaan Sulang, Cadas Pasir, Pos Pantau Permata Icon, hingga pelosok desa seperti Desa Lebak Wangi, Gempolsari, Jatimulya, Tanah Merah, Kayu Agung, hingga Pisangan Jaya.

Setiap sudut yang mencurigakan diperiksa. Kelompok pemuda yang masih nongkrong hingga larut malam didekati dengan cara yang humanis melalui patroli dialogis.

Bukan sekadar memeriksa kelengkapan surat kendaraan atau melakukan penggeledahan badan, petugas di lapangan juga memberikan imbauan kamtibmas secara persuasif.

Para remaja yang kedapatan masih berkumpul diarahkan untuk segera pulang ke rumah demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemeriksaan teliti dilakukan terhadap kendaraan maupun barang bawaan yang dicurigai. Langkah preventif (pencegahan) ini terbukti efektif menekan niat para pelaku kriminal yang ingin memanfaatkan kelengangan malam.

Kerja keras yang berlangsung hingga menjelang subuh ini membuahkan hasil yang melegakan. Berdasarkan laporan resmi, hasil kegiatan malam itu dinyatakan nihil dari pelanggaran berat.

Artinya, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol atau aktivitas kriminalitas yang mengganggu ketertiban umum. Wilayah hukum Polsek Sepatan dipastikan berada dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif.

Lewat sinergi antara kepolisian dan Pokdar Kamtibmas ini, Polsek Sepatan kembali membuktikan bahwa kehadiran polisi di tengah malam bukan untuk menakuti, melainkan untuk memberikan rasa aman agar warga bisa tidur dengan nyenyak. (*)

Pos terkait