SMPN 2 Rajeg Matangkan Persiapan Tes Kemampuan Akademik, Guru Diminta Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 2 Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, menggelar rapat dewan guru untuk membahas persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan dilaksanakan usai Hari Raya Idul Fitri. Rapat tersebut menjadi langkah strategis sekolah dalam memastikan kesiapan siswa menghadapi TKA sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran.

Rapat yang diikuti seluruh guru ini membahas berbagai aspek teknis dan akademik, mulai dari pemetaan materi yang akan diujikan, strategi penguatan kompetensi siswa, hingga pelaksanaan bimbingan belajar tambahan sebelum TKA digelar.

Bacaan Lainnya

Kepala SMPN 2 Rajeg, Timing Merawati, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi TKA tidak hanya terletak pada siswa, tetapi juga pada komitmen guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh siswa benar-benar siap secara akademik maupun mental dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik setelah Idul Fitri. Karena itu, para guru kami minta untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, melakukan evaluasi rutin, serta memberikan bimbingan tambahan kepada siswa yang membutuhkan,” ujar Timing Merawati kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 18 Febuari 2026.

Menurutnya, TKA merupakan salah satu instrumen penting untuk mengukur capaian kompetensi siswa. Oleh sebab itu, sekolah tidak ingin persiapan dilakukan secara mendadak, melainkan melalui perencanaan yang matang dan terstruktur.

“Kami tidak ingin persiapan ini dilakukan secara instan. Harus ada pemetaan materi, penguatan pada kompetensi dasar yang masih lemah, serta pendampingan yang berkelanjutan. Guru memiliki peran sentral dalam membimbing dan memotivasi siswa agar lebih percaya diri menghadapi TKA,” ungkapnya.

Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa selama bulan suci Ramadan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa sesuai jadwal akademik. Namun, beberapa kegiatan fisik seperti olahraga dan upacara bendera untuk sementara diliburkan guna menghormati kondisi siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Selama Ramadan, proses pembelajaran tetap berjalan normal agar target kurikulum tetap tercapai. Namun, kegiatan yang membutuhkan aktivitas fisik berat seperti olahraga dan upacara bendera kami liburkan sementara. Ini sebagai bentuk penyesuaian agar siswa dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” paparnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara capaian akademik dan pembentukan karakter selama bulan Ramadan.

“Ramadan adalah momentum pembinaan karakter. Kami berharap siswa tetap disiplin, menjaga semangat belajar, serta memanfaatkan bulan suci ini untuk meningkatkan ketakwaan. Akademik tetap penting, tetapi pembentukan akhlak juga menjadi prioritas,” katanya.

Selain itu, pihak sekolah akan mengintensifkan komunikasi antara guru mata pelajaran dan wali kelas untuk memantau perkembangan belajar siswa menjelang pelaksanaan TKA.

“Kami mendorong kolaborasi yang kuat antar guru, evaluasi hasil belajar harus dilakukan secara berkala agar kita bisa mengetahui di mana letak kekurangan siswa dan segera memberikan solusi. Dengan kerja sama yang solid, kami optimistis hasil TKA nanti akan maksimal,” tutupnya (*)

 

Reporter: Randy Yastiawan

 

Pos terkait