SUKAMULYA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama bulan suci Ramadan.
Jadwal tersebut dapat dijadikan acuan oleh seluruh satuan pendidikan dalam mengatur aktivitas pembelajaran selama Ramadan hingga pasca Hari Raya Idul Fitri.
Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan, kegiatan belajar mengajar akan diawali dengan libur awal Ramadan pada tanggal 16 Februari hingga 23 Februari.
Selanjutnya, sekolah kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah mulai 24 Februari sampai dengan 15 Maret. Adapun libur Hari Raya Idulfitri ditetapkan pada 16 Maret hingga 29 Maret, dan kegiatan belajar mengajar kembali normal mulai 30 Maret.
Kepala SMPN 1 Sukamulya, Agus Sulistiyono menyampaikan, bahwa pihak sekolah siap mengikuti dan menyesuaikan seluruh kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen tersebut. Jadwal yang telah di tentukan sebagai acuan sekolah untuk bisa tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar tanpa menggangu ibadah puasa yang dijalankan oleh siswa dan guru.
“Jadwal yang sudah ditetapkan oleh kementerian ini tentunya menjadi pedoman bagi kami di sekolah. SMPN 1 Sukamulya siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Sabtu 7 Febuari 2026.
Menurutnya, pengaturan jadwal selama Ramadan sangat penting agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan nilai-nilai ibadah dan kekhusyukan siswa dalam menjalankan puasa. Jadi, siswa tetap fokus antara ibadah dan belajar di sekolah. Sehingga, tidak juga membebankan siswa dan guru selama Ramadan.
“Kami memahami bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan. Oleh karena itu, pembelajaran di sekolah akan kami kemas dengan tetap memperhatikan kondisi fisik dan psikologis siswa agar mereka tetap semangat belajar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agus Sulistiyono juga menambahkan bahwa pihak sekolah tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga akan memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan bagi para siswa. Bahkan, nantinya kegiatan belajar agama juga akan lebih banyak teruntuk siswa muslim.
“Selain kegiatan belajar mengajar, SMPN 1 Sukamulya juga berencana menggelar kegiatan pesantren kilat untuk siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia,” ungkapnya.
Ia menyebutkan bahwa saat ini pihak sekolah tengah menyiapkan konsep dan jadwal pelaksanaan pesantren kilat tersebut agar dapat berjalan dengan tertib dan bermanfaat bagi seluruh siswa. Karena, pesantren kilat adalah kegiatan wajib yang di ikuti siswa muslim selama bulan ramadhan.
“Untuk jadwal pesantren kilat sendiri saat ini masih dalam tahap penyusunan. Kami ingin memastikan kegiatan ini benar-benar terprogram dengan baik dan memberikan dampak positif bagi siswa,” katanya.
Agus berharap, dengan adanya pengaturan jadwal KBM selama Ramadan serta kegiatan pesantren kilat, siswa dapat tetap produktif, disiplin, dan menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri.
“Kami berharap siswa dapat memanfaatkan bulan Ramadan ini tidak hanya untuk belajar di kelas, tetapi juga untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan dan membangun karakter yang lebih baik,” tutupnya. (*)










