TANGERANG – Peringatan peristiwa Lengkong setiap 25 Januari sebagai instrumen penting dalam upaya penguatan identitas bagi generasi muda di Kota Tangerang. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana, saat ditemui, Rabu, 21 Januari 2026.
Menurut politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan ini, peristiwa sejarah tersebut merupakan bukti nyata kontribusi pemuda Tangerang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Peristiwa Lengkong ini harus menjadi pengingat bagi anak muda bahwa kota yang mereka diami hari ini punya sejarah panjang perjuangan, di mana pemuda-pemuda belia menjadi embrio lahirnya Tentara Nasional Indonesia (TNI),” ujar Andri saat ditemui di Museum Juang, Tangerang.
Andri menjelaskan, bahwa lokasi pelatihan militer pertama di Tangerang menjadi bukti sejarah yang tak terpisahkan dari legitimasi kemerdekaan Republik Indonesia, terutama dalam momen heroik pelucutan senjata pasukan Jepang di wilayah Lengkong.
Dikatakan Andri, otimalisasi Museum sebagai destinasi wisata edukasi terkait potensi museum sebagai objek wisata, merupakan aspek edukasi yang harus menjadi fondasi utama sebelum beranjak ke aspek pariwisata.
Dia meyakini bahwa jika nilai sejarah tersampaikan secara utuh, museum akan bertransformasi menjadi destinasi yang menginspirasi jiwa patriotisme.
“Kita tidak sedang berbicara tentang bangunan mati tanpa makna. Ada value di sana. Saat nilai edukasinya sampai kepada publik, museum ini akan menjelma menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tapi juga aspek pendidikan bagi masyarakat,” papar Andri.
Dalam upaya mengoptimalkan potensi Museum Juang tersebut, Andri mendorong adanya sinergitas lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Tangerang.
Dia menegaskan, bahwa urusan museum bukan hanya tanggung jawab Dinas Sosial, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata semata. Namun, pelibatan Dinas Pendidikan menjadi sangat penting.
“Selama ini kita sering terjebak pada isu larangan siswa liburan ke luar kota, namun kita lupa menyajikan sarana hiburan dan edukasi yang memadai di dalam kota sendiri,” tegas Andri.
Andri menambahkan, DPRD berkomitmen untuk terus mendorong perbaikan infrastruktur, termasuk penambahan fasilitas audio visual yang rencananya bakal dibangun Disbudpar Kota Tangerang. Hal itu guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Secara tempat akan kita dorong terus fasilitasnya, namun nilai edukasinya tidak boleh hilang. Karena ini adalah bagian dari perjalanan kota kita tercinta,” pungkasnya.(*)
Reporter : Abdul Aziz











